RODA PANGAN Paser Diluncurkan, Dinas Ketahanan Pangan Sasar 6 Desa Rentan Rawan Pangan

Muhammad Najib • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:28 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan bagi Outlet Pangan Desa Mitra Pemerintah di Tanah Grogot, Kamis (13/8/2026). 

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat jaringan distribusi bahan pangan pokok serta menekan angka kerentanan pangan di tingkat desa melalui program inovasi RODA PANGAN (Revitalisasi Outlet Desa melalui Akselerasi Pangan).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser, M. Arfah, menjelaskan bahwa program RODA PANGAN digagas untuk memotong rantai distribusi yang panjang dan menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat desa.

Baca Juga: TMMD ke-129 Kodim 0904/Paser di Desa Biu, Muara Samu, resmi ditutup setelah seluruh program pembangu

"Orientasi kebijakan tidak lagi sekadar memastikan pangan tersedia, tetapi memastikan pangan tersedia, terdistribusi, terjangkau, dan benar-benar dapat diakses masyarakat hingga ke tingkat desa," ujar M. Arfah. 

Berdasarkan data Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten Paser Tahun 2025, Arfah menyebut masih terdapat enam desa yang masuk dalam kategori rentan rawan pangan. Kerentanan tersebut dipicu oleh keterbatasan sarana penyedia pangan, tingkat kesejahteraan warga, serta hambatan akses transportasi.

Melalui skema RODA PANGAN, Pemerintah Kabupaten Paser tidak membangun infrastruktur baru, melainkan memberdayakan warung, kios, dan toko kelontong yang sudah ada di desa untuk dijadikan outlet pangan resmi.

Sistem kerja RODA PANGAN melibatkan kemitraan strategis antara tiga pihak utama. Arfah mengatakan Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan akan berperan sebagai fasilitator, koordinator, pembina, serta pengawas kebijakan.

Perum Bulog akan bertindak sebagai penyedia utama komoditas pangan strategis, dan pemilik kios/warung desa menjadi titik distribusi resmi yang melayani masyarakat secara langsung.

Komoditas pokok yang disalurkan meliputi beras SPHP, gula pasir, dan minyak goreng. Seluruh harga jual di tingkat outlet desa diwajibkan mengikuti ketentuan pemerintah atau Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pada tahap awal implementasi, Arfah menargetkan penandatanganan kerja sama resmi antara Pemkab Paser dan Perum Bulog, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) distribusi, dan Operasional empat Outlet RODA PANGAN percontohan di desa prioritas rawan pangan. 

Baca Juga: Ini 7 Makanan Sehat Ini Bisa Jadi Pilihan Pengganti Soda dan Permen

Dinas Ketahanan Pangan juga memberikan pelatihan pendataan stok bagi aparatur desa dan pengelola outlet.

Pelatihan ini difokuskan pada pencatatan dan pengelolaan data ketersediaan pangan secara akurat dan berkala agar pemerintah daerah dapat merespons dengan cepat jika terjadi kelangkaan pasokan atau gejolak harga di lapangan. 

Editor : Uways Alqadrie
Dinas Ketahanan Pangan Paser program roda pangan Kabupaten Paser