Karhutla Paser Melonjak, BPBD Siapkan Status Tanggap Darurat

Muhammad Najib • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:14 WIB
Kepala BPBD Paser - Ruslan
Kepala BPBD Paser - Ruslan

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser mulai menunjukkan tren mengkhawatirkan. Memasuki puncak musim kering pada Agustus, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser menyiapkan langkah antisipasi dengan mengusulkan penetapan status tanggap darurat.

Usulan tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperkuat penanganan apabila karhutla terus meluas. BPBD Paser telah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta sejumlah instansi lintas sektor untuk menyiapkan langkah penanganan terpadu.

Baca Juga: Pemkab Kutim Boyong Tiga Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia

Kepala BPBD Paser Ruslan mengatakan, penetapan status tanggap darurat kini tinggal menunggu persetujuan bupati.

“Mitigasi kami ialah penetapan status tanggap darurat. Setelah melakukan rapat dengan lintas sektor, saat ini tinggal menunggu persetujuan bupati,” ujar Ruslan, Rabu (19/8/2026).

Menurut dia, sejumlah titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Paser. Mayoritas berada di kawasan yang memiliki suhu tinggi, termasuk area pertambangan. Sementara itu, kawasan perkebunan kelapa sawit sejauh ini relatif aman.

Baca Juga: Rayakan HUT Ke-81 RI dan MA, Pengadilan Militer Balikpapan Gelar Donor Darah, Libatkan Stakeholder

BPBD terus melakukan pemantauan titik panas melalui aplikasi untuk mendeteksi potensi karhutla sedini mungkin. Namun, Ruslan mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap setiap hotspot sebagai kebakaran.

“Hotspot belum tentu menunjukkan adanya kebakaran di lokasi tersebut,” jelasnya.

Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan. BPBD menilai faktor manusia masih menjadi pemicu utama kejadian karhutla di Paser. Kelalaian maupun aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar berpotensi memperbesar risiko kebakaran, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi mengering.

Baca Juga: Bandeng Gratis Torani Diserbu Warga Balikpapan, 3.000 Porsi Ludes Cepat, 1.000 Porsi Cuma 30 Menit!

Masyarakat pun diminta tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Jika menemukan indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.

Ancaman karhutla di Paser semakin terlihat dari data BPBD Kaltim. Hingga Agustus 2026, tercatat 242 kejadian karhutla di seluruh Kalimantan Timur. Dari jumlah tersebut, 118 kejadian terjadi sepanjang Agustus.

Artinya, hampir separuh total kejadian karhutla dalam periode Januari–Agustus terjadi hanya dalam satu bulan.

Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, lonjakan tersebut perlu menjadi perhatian serius. Sebab, kebakaran terjadi di hampir seluruh wilayah Kaltim.

Baca Juga: Puluhan Personel Polres PPU Jalani Ujian Bela Diri demi Usulan Kenaikan Pangkat

Secara akumulatif Januari–Agustus, Kutai Barat menjadi daerah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 40 kasus. Paser dan Samarinda menyusul dengan masing-masing 39 kejadian.

Namun, khusus pada Agustus, Paser berada di posisi teratas. Hingga 13 Agustus, tercatat 31 kejadian karhutla di daerah tersebut. Kutai Barat menyusul dengan 20 kejadian, Berau 17 kejadian, dan Samarinda 13 kejadian.

Data tersebut menjadi alarm bagi Paser. Lonjakan kasus dalam waktu singkat menunjukkan bahwa kondisi kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.

Karena itu, kesiapan personel, peralatan, pemantauan hotspot, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci. Penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas ketika api sudah membesar. Pencegahan sejak munculnya potensi kebakaran jauh lebih menentukan. (*)

Editor : Dwi Restu A
paser tanggap darurat melonjak karhutla bpbd