Tekan Harga Pangan di Desa, Dinas Ketahanan Pangan Paser Luncurkan Program RODA PANGAN

Muhammad Najib • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:53 WIB
KETAHAKAN PANGAN: Dinas Ketahanan Pangan Paser meluncurkan program RODA PANGAN, Senin (7/9/2026). Najib/KP
KETAHAKAN PANGAN: Dinas Ketahanan Pangan Paser meluncurkan program RODA PANGAN, Senin (7/9/2026). Najib/KP

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Dinas Ketahanan Pangan Paser resmi meluncurkan program RODA PANGAN (Revitalisasi Outlet Desa melalui Akselerasi Pangan) pada Senin (7/9/2026). Program ini dihadirkan untuk memotong rantai distribusi pangan yang panjang sekaligus memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat di tingkat desa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser, M. Arfah menyampaikan bahwa inovasi ini berawal dari keluhan masyarakat terkait tingginya harga bahan pokok di pedesaan. Melalui RODA PANGAN, pemerintah daerah berupaya menyamaratakan harga pangan di desa agar setara dengan harga di ibu kota kabupaten maupun harga dari Bulog.

"Distribusi ke desa selama ini belum optimal. Harga pangan pokok di desa justru cenderung lebih mahal dibandingkan wilayah perkotaan, ini sebuah anomali. Melalui program ini, kami ingin memastikan distribusi lancar, ketersediaan pangan aman, dan harga tetap stabil di seluruh wilayah Paser," ujar Arfah.

Baca Juga: Latih Barista Lokal di Cafe Vintage, Kubar Siapkan Layanan Kopi Berkelas

Dalam jangka panjang, program ini ditargetkan dapat menambah jumlah outlet pangan di desa serta bersinergi dengan program nasional seperti Koperasi Desa (Kopdes).

Fokus utamanya adalah pengentasan wilayah rawan pangan, mengingat saat ini masih tersisa 6 desa di Kabupaten Paser yang memegang status tersebut. Yaitu Desa Labuangkalo, Selengot, Kladen, Rantau Buta, Rantau Layung, dan Kayungo Sari.

Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli mengapresiasi peluncuran program ini sebagai bagian dari upaya mendukung visi Paser Tuntas. "Ada kemajuan signifikan dari tahun 2021 yang sempat mencatat 75 desa rawan pangan, hingga kini tersisa 6 desa," kata Fahmi.

Fahmi optimistis Dinas Ketahanan Pangan bersama OPD terkait mampu menuntaskan status rawan pangan tersebut menjadi desa mandiri pangan. Selain masalah pangan, ia juga menyoroti pemenuhan kebutuhan dasar lain di desa-desa tersebut.

Baca Juga: Layanan Air Bersih Balikpapan Mulai Terganggu, PTMB Siapkan Truk Tangki Hingga Oktober

Seperti ketersediaan air bersih di Selengot, Keladen, Labuangkallo, dan Kayungo Sari, serta penanganan status gizi di Keladen dan aksesibilitas di Rantau Buta dan Rantau Layung yang diproyeksikan masuk dalam APBD  2027. (jib)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
RODA PANGAN Paser Ketahanan Pangan Paser Harga Sembako Paser Bupati Paser Fahmi Fadli Paser Tuntas