KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Peserta pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Polri Angkatan ke-67 menggelar pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Paser di Tanah Grogot, Jumat (11/9/2026). Pertemuan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) Satgas Edukasi ini bertujuan merumuskan strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis masyarakat.
Perwira Pendamping Sespimen Polri, Kombes Pol Wandy Rustiwan menjelaskan bahwa para perwira ini disiapkan sebagai calon Kapolres yang ditugaskan memitigasi karhutla dari hulu ke hilir.
"Pelatihan ini memfasilitasi pengimplementasian ilmu penanganan karhutla, khususnya untuk penugasan di wilayah rawan seperti Kalimantan dan Sumatra," kata Kombes Pol Wandy.
Baca Juga: Pemkab Kutim Luruskan Soal Dana RT, Ketua RT Tak Terima Rp250 Juta Cash
Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari mengungkapkan bahwa Kabupaten Paser tercatat sebagai wilayah dengan kasus karhutla terbanyak di Kalimantan Timur. Total luas lahan terbakar mencapai 558,5 hektare dari 205 kejadian. Tantangan dinilai semakin berat pada September ini, di mana hingga Kamis (10/9/2026) tercatat luas karhutla melonjak menjadi 961 hektare dari 310 kejadian.
Meskipun seluruh titik api berhasil dipadamkan, pihak pemkab menghadapi kendala medan yang sulit dijangkau, akses jalan sempit, area rawa, keterbatasan peralatan, serta mengeringnya sumber air akibat cuaca kering dan angin kencang. Vegetasi semak belukar dan lahan gambut yang mengering juga mempercepat penyebaran api.
Baca Juga: TPP Guru Samarinda Tertunda, DPRD Pastikan Tak Ada Pengurangan
Meski terjadi peningkatan kasus karhutla, kualitas udara di Kabupaten Paser dilaporkan membaik. Per 10 September 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 45 dengan parameter kritis PM 2.5, yang masuk dalam kategori Baik dan aman bagi kesehatan masyarakat maupun lingkungan.
"Pemkab Paser berharap sumbangsih pemikiran dari jajaran Sespimen Polri dapat memperkuat strategi mitigasi, edukasi, hingga penegakan hukum guna menekan angka karhutla di wilayah tersebut secara berkelanjutan," kata Ikhwan. (*)
Editor : Sukri Sikki