KALTIMPOST.ID-Upaya dunia usaha mengembangkan inovasi lingkungan dan sosial semakin mendapat perhatian di tengah tantangan perubahan iklim.
PT Kideco Jaya Agung (Kideco) menjadi salah satu perusahaan yang mendapat apresiasi melalui Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026.
Kideco meraih tujuh penghargaan dalam ajang yang diselenggarakan PT Sucofindo (Persero) di Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (10/9).
Empat penghargaan Platinum diraih pada aspek efisiensi energi, efisiensi air, penurunan emisi, dan pengelolaan sampah.
Baca Juga: Berau Melangkah Semakin Maju, Bupati Paparkan Capaian di Hari Jadi Ke-73, Karhutla Jadi Tantangan
Kideco juga memperoleh dua penghargaan Gold untuk pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta inovasi sosial.
Sementara satu penghargaan Silver diberikan pada aspek perlindungan keanekaragaman hayati.
Deputi Direktur Legal & Corporate Affairs Kideco Wicaksono W Santoso mengatakan, tujuh penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional.
“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang memenuhi standar dan regulasi, tetapi juga bagaimana inovasi dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan dampak yang nyata dan terukur bagi lingkungan serta masyarakat,” ujarnya.
ENSIA 2026 mengusung tema Innovation for Sustainable Business and Resilient Communities.
Ajang tersebut memberikan apresiasi terhadap inovasi perusahaan di bidang lingkungan dan sosial.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menilai, inovasi lingkungan dunia usaha perlu bergerak melampaui sekadar kepatuhan terhadap regulasi atau beyond compliance.
Baca Juga: Bawa Anak 16 Tahun dari Balikpapan ke Parepare, Terdakwa Akui Empat Kali Berhubungan Badan
Menurutnya, tahapan selanjutnya harus mengarah pada restorative activity, yakni tindakan nyata untuk memulihkan kondisi lingkungan yang mengalami kerusakan.
Dalam membangun kepatuhan lingkungan, kata dia, pendekatan moral dan keagamaan dapat menjadi instrumen awal. Penegakan hukum menjadi langkah terakhir ketika pendekatan tersebut tidak mampu mendorong kepatuhan.
“Sehingga mereka yang tidak bisa diperintah secara moral, tidak bisa diperintah secara religi, ya kita perintah secara hukum,” katanya.
ENSIA tahun ini juga menunjukkan peningkatan partisipasi dunia usaha. Direktur Komersial Sucofindo Agus Permadi menyebut ENSIA 2026 diikuti 253 perusahaan dengan 954 makalah dan 48 local hero.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 makalah.
Peningkatan partisipasi menunjukkan semakin luasnya keterlibatan perusahaan dalam menampilkan inovasi lingkungan dan sosial.
Fokus inovasi khusus tahun ini turut bergeser. Dari sebelumnya konservasi daerah aliran sungai, ENSIA 2026 mengangkat transisi energi bersih.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, ketahanan energi, serta pertumbuhan ekonomi rendah karbon.
Melalui ajang tersebut, perusahaan didorong tidak berhenti pada pemenuhan regulasi. Inovasi lingkungan dan sosial diharapkan menghasilkan dampak yang dapat diukur sekaligus mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim. (adv/jib/rd)
Editor : Romdani.