TANA PASER – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Paser bersama PT Kideco Jaya Agung menggelar Seminar Ilmiah dan Workshop Paser Medical Update Series 2 di Aula RSUD Panglima Sebaya, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan mengangkat tema Manajemen Kolaboratif Kegawatdaruratan: Dari Layanan Primer hingga Lanjutan demi Luaran Pasien yang Lebih Baik. Agenda tersebut diikuti 112 dokter dari berbagai wilayah di Kabupaten Paser.
Ketua IDI Cabang Paser dr Ahmad Hadiwijaya SpA mengatakan, pembaruan kompetensi klinis menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan kesehatan. Perkembangan ilmu kedokteran yang berlangsung cepat menuntut tenaga medis terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan.
Baca Juga: Paser Dorong Percepatan Investasi Lewat Penguatan Tata Ruang dan Kemudahan Perizinan
“Dunia medis terus berkembang cepat, sehingga dokter di daerah dituntut memiliki standar penanganan kegawatdaruratan yang responsif, terintegrasi, dan berbasis bukti demi meminimalkan risiko fatalitas pasien,” kata Ahmad.
Menurut dia, peningkatan kapasitas tenaga medis secara berkelanjutan diharapkan berdampak pada mutu pelayanan dan luaran klinis bagi masyarakat di Kabupaten Paser.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Perwakilan CSR PT Kideco Jaya Agung Prastio Dani Laksono. Menurutnya, pelatihan yang diselenggarakan di daerah membantu tenaga medis mengikuti pengembangan kompetensi tanpa harus mengikuti kegiatan serupa ke luar daerah.
“Kami di Kideco berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya kesehatan demi terwujudnya layanan medis yang prima bagi masyarakat lokal,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan mencakup lima materi seminar mengenai kegawatdaruratan, mulai dari bidang bedah, anestesi hingga etik medikolegal. Kegiatan juga dilengkapi workshop ultrasonografi (USG) untuk mendukung deteksi cepat pada kasus trauma.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Amri Yulihardi mengapresiasi kolaborasi antara IDI dan pihak swasta tersebut. Dia menilai keterlibatan organisasi profesi dan dunia usaha dapat membantu pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
“Di tengah efisiensi anggaran, peran aktif organisasi profesi seperti IDI bersama pihak swasta sangat membantu pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, dalam menjaga keberlanjutan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan,” kata Amri.
IDI Paser berencana melanjutkan kegiatan Paser Medical Update Series pada edisi berikutnya dengan materi kegawatdaruratan dari cabang keilmuan klinis lainnya. (adv/jib)
Editor : Muhammad Ridhuan