Kemarau Pangkas Produksi Air Perumdam Tirta Kandilo Paser

Muhammad Najib • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:17 WIB
Musim kemarau memengaruhi distribusi air bersih Perumdam Tirta Kandilo kepada masyarakat Paser. (M NAJIB/KALTIM POST)
Musim kemarau memengaruhi distribusi air bersih Perumdam Tirta Kandilo kepada masyarakat Paser. (M NAJIB/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Pasokan air bersih untuk masyarakat Kabupaten Paser mengalami penurunan selama musim kemarau. Penurunan debit air baku dari Sungai Kandilo membuat kapasitas produksi Perumdam Tirta Kandilo Paser turun lebih dari 14 persen.

Plt Direktur Perumdam Tirta Kandilo Paser Paulus Margita mengatakan, dalam kondisi normal produksi air mencapai 290 liter per detik. Namun, saat ini produksinya turun menjadi di bawah 250 liter per detik. Kondisi tersebut belum memperhitungkan kendala apabila terjadi perbaikan jaringan pipa.

"Normalnya produksi kami mencapai 290 liter per detik, tetapi kini turun menjadi di bawah 250 liter per detik. Itu belum termasuk kendala jika ada perbaikan jaringan pipa," ujar Paulus, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: KPU Sebut Gugatan Syarat Cawapres Gibran di Mahkamah Konstitusi Telat 905 Hari

Selain keterbatasan air baku, Perumdam Tirta Kandilo juga menghadapi persoalan infrastruktur distribusi yang sudah berusia cukup tua. Sejumlah pipa utama yang digunakan saat ini merupakan peninggalan 1986 sehingga rentan mengalami kerusakan dan kebocoran.

Kendala operasional semakin berat ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN, seperti yang kerap dialami di wilayah Desa Sangkuriman. Ketergantungan pada mesin genset saat listrik padam membuat operasional pompa tidak optimal sekaligus meningkatkan biaya produksi.

Meski menghadapi berbagai hambatan, Paulus memastikan Perumdam Tirta Kandilo terus berbenah dan mencari solusi jangka panjang agar distribusi air kepada masyarakat tetap terjaga.

Ia menyebutkan, lima unit pompa yang dimiliki Perumdam Tirta Kandilo saat ini dalam kondisi baik dan siap beroperasi penuh.

Perumdam juga rutin melakukan pemeliharaan pipa serta perbaikan jaringan secara bertahap. Paulus yang juga menjabat Kabag Perekonomian Setda Paser mengatakan, setiap rencana perbaikan pipa akan diinformasikan kepada masyarakat minimal dua hari sebelumnya.

Baca Juga: Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan dr Tifa? Ini yang Ditunggu

"Setiap ada rencana perbaikan pipa, informasi resmi akan diumumkan minimal 2 hari sebelumnya agar warga dapat bersiap," katanya.

Untuk mengantisipasi penurunan debit air maupun penghentian sementara saat pemeliharaan, masyarakat diimbau menyediakan tempat penampungan air mandiri atau tandon di rumah masing-masing. (*)

Editor : Ery Supriyadi
air bersih Paser paser perumdam tirta kandilo musim kemarau sungai kandilo