KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Fenomena antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU Kabupaten Paser kian meresahkan warga. Selain mengganggu kenyamanan, masalah ini bahkan mulai memicu perselisihan antar-konsumen di lapangan.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser, Paulus Margita menegaskan bahwa penuntasan persoalan distribusi ini membutuhkan tindakan tegas dari Penegak Hukum (APH).
"Karena urusan minyak dan gas itu langsung undang-undang dan ranah pemerintah pusat, penegakannya ada di aparat penegak hukum," ujar Paulus, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Ekspansi Bisnis Kekinian, Perumda Manuntung Sukses Balikpapan Incar Pasar Pangan dan BBM
Sebelumnya, ketegangan antar-konsumen sempat terjadi di SPBU KM 07 Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot. Perselisihan terkait pola pelayanan dan nomor antrean tersebut sempat memicu keributan hingga menghentikan sementara aktivitas pelayanan BBM di SPBU.
Melihat kondisi yang berulang, Pemerintah Desa (Pemdes) Janju mengambil langkah cepat dengan menginisiasi mediasi pada Sabtu (19/9/2026) malam. Kepala Desa Janju, Edy Karyadi, mengumpulkan pihak-pihak yang berselisih demi memutus rantai konflik di SPBU tersebut.
Menurut Edy, benang kusut antrean BBM bersubsidi di wilayahnya dipicu oleh benturan berbagai kepentingan kelompok konsumen yang sama-sama membutuhkan Pertalite.
"Persoalan antrean BBM bersubsidi di SPBU KM 07 cukup kompleks karena konsumen memiliki kepentingan yang berbeda. Mereka antara lain berasal dari kelompok pengetap, warga Desa Janju yang masuk kategori prioritas, serta konsumen umum, termasuk pengendara dan pengemudi ojek online yang menggunakan mobil," jelas Edy.
Baca Juga: Bupati Kutim Minta Generasi Muda Mempersiapkan Diri Hadapi Investasi Besar
Maraknya praktik pengetapan serta belum tertatanya regulasi pelayanan di tingkat bawah dinilai menjadi pemantik utama gejolak sosial ini.
Warga berharap adanya pengawasan melekat dari kepolisian dan pihak terkait agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan situasi di SPBU kembali kondusif. Masyarakat umum yang ingin membeli pertalite pun tidak mendapatkan kesempatan kecuali harus berani sabar antri panjang berjam-jam.
Penjualan BBM subsidi Pertalite hanya ada di tiga titik, selain di Janju, ada di Kuaro dan Paser Belengkong. Kondisinya semua sama panjang antrian mengular. (*)
Editor : Sukri Sikki