KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Paser resmi meningkatkan kapasitas layanannya. PMI Paser yang sebelumnya hanya melayani penyediaan darah utuh (whole blood), kini sudah mampu mengolah darah donor menjadi lima jenis komponen darah spesifik sesuai kebutuhan medis pasien.
Kepala UDD PMI Paser, dr Ahmad Hadi Wijaya mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan untuk merespons kebutuhan fasilitas kesehatan yang semakin kompleks.
Lima komponen darah utama yang kini dapat diproduksi oleh UDD PMI Paser adalah Packed Red Cells (PRC), diperuntukkan bagi pasien anemia, ibu melahirkan, korban kecelakaan, dan pasien bedah.
Selain itu ada Thrombocyte Concentrate (TC), digunakan untuk penanganan pasien demam berdarah dengue (DBD), penderita kanker, atau kondisi kekurangan trombosit lainnya.
Baca Juga: Puncak Maulid Arba'in di Balikpapan, Lautan Jamaah Penuhi Dome, Habib Soroti Bahaya Ponsel
Kemudian ada Fresh Frozen Plasma (FFP) & Plasma Biasa, dimanfaatkan untuk pasien dengan gangguan pembekuan darah, dan ada Kriopresipitat, disiapkan khusus untuk penanganan penderita hemofilia serta kasus perdarahan berat.
Meski teknologi dan kapasitas pengolahan telah ditingkatkan, Achmad menegaskan bahwa keberlanjutan produksi komponen darah tersebut sangat bergantung pada ketersediaan stok donor darah harian dari masyarakat.
"PMI Paser mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup dan rutinitas berkala demi menjaga kestabilan stok pasokan darah bagi pasien yang membutuhkan di wilayah Paser dan sekitarnya," kata dokter spesialis anak itu, Minggu (27/9/2026).
Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari berpesan saat hari jadi Palang Merah Indonesia (PMI), agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser untuk mengaktifkan kembali kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah.
Baca Juga: Dugaan Jual-Beli Proyek Marak di PPU, LAKI Buka Posko Pengaduan dan Siapkan Laporan Resmi
Ia meminta keberadaan PMR tidak hanya aktif saat lomba, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter, pertolongan pertama, dan jiwa kemanusiaan generasi muda sejak dini. "Tujuannya agar membantu stok darah yang ada di daerah khususnya di PMI dan UDD," kata Ikhwan. (jib)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo