TANAH GROGOT – Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Balikpapan melalui Wilayah Kerja Pelabuhan Tana Paser menggelar skrining terpadu HIV dan Tuberkulosis (TB) bagi masyarakat serta kelompok rentan di wilayah pesisir Kabupaten Paser.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Paser dan PT Cotrans Asia beserta sejumlah mitra kerja perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kepala BKK Kelas I Balikpapan dr. Bangun Cahyo Utomo, M.Epid mengatakan, skrining dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap HIV dan TB.
Menurutnya, deteksi dini menjadi penting mengingat beban penyakit TB di Indonesia masih tinggi. Ia menyebut Indonesia berada di peringkat kedua dunia setelah India dengan sekitar 969 ribu kasus TB dan angka kematian sekitar 93 ribu orang per tahun.
“Di sisi lain, tren penularan HIV pada kelompok berisiko di berbagai daerah juga terus menunjukkan potensi kenaikan yang mengkhawatirkan,” kata Bangun, Rabu (30/9/2026).
Skrining telah dilakukan di sejumlah wilayah pesisir. Di Desa Pondong Baru, kegiatan berlangsung 27 Agustus dengan sasaran 100 orang dan melibatkan Dinkes Paser, BKK Kelas I Balikpapan, serta Puskesmas Padang Pengrapat.
Baca Juga: Luncurkan Perbup Nomor 32, Pemkab Paser Dorong Gerakan Literasi dan Numerasi Hingga Tingkat Desa
Selanjutnya, skrining di Desa Harapan Baru pada 8 September menyasar 150 orang. Kegiatan didukung PT Cotrans Asia, Pelindo, dan PT MJL bersama Puskesmas Padang Pengrapat.
Di Desa Muara Telake, skrining digelar 15 September dengan target 150 orang dan didukung PT Cotrans Asia, PT SBS, PT SMB, serta PT APPM bersama Puskesmas Sebakung Taka.
Kegiatan berlanjut di Kampung Warna Warni pada 17 September dengan sasaran 100 orang. Pelaksanaan didukung PT Cotrans Asia, PT BTJ, PT KWN, dan PT KRI bersama Puskesmas Lolo.
Sementara di Desa Muara Adang, skrining berlangsung 24 September dengan target 150 orang. Kegiatan didukung PT Cotrans Asia, PT KSA, dan PT CPB bersama Puskesmas Krayan.
Satu lokasi lainnya, Desa Pasir Mayang, dijadwalkan menjadi lokasi skrining berikutnya pada 15 Oktober 2026.
Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi advokasi, sosialisasi, dan edukasi mengenai HIV-TB. Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir mengenai pencegahan dan pentingnya pemeriksaan dini.
Bangun mengatakan, keterlibatan lintas sektor diharapkan dapat memperluas deteksi kasus sekaligus menyediakan data untuk mendukung penyusunan program pengendalian penyakit di Kabupaten Paser.
“Langkah ini sekaligus menjadi dorongan nyata dalam mendukung pencapaian target eliminasi TB nasional serta menekan angka kejadian HIV-TB di masyarakat,” katanya.
Editor : Muhammad Ridhuan