Dua Desa Masih Gelap, Pemkab Paser dan PLN Pacu Sinergi Ketenagalistrikan  

Muhammad Najib • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:33 WIB
Bupati Paser dr Fahmi Fadli menjelaskan kondisi listrik di Paser kepada manajemen PLN. (IST)
Bupati Paser dr Fahmi Fadli menjelaskan kondisi listrik di Paser kepada manajemen PLN. (IST)

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Kesenjangan akses energi dan percepatan pemerataan listrik desa kembali menjadi sorotan utama di Kabupaten Paser. Meski capaian elektrifikasi meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus memacu PLN agar sisa wilayah yang belum tersentuh listrik PLN segera teraliri secara penuh.

Isu krusial ini mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Balikpapan, Hendy Gita Wedhatama, kepada Bupati Paser dr. Fahmi Fadli di Rumah Jabatan Bupati Paser, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: PLN Jamin Pasokan Listrik 100 Persen, Sukseskan Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser

Di awal kepemimpinan Bupati dr Fahmi Fadli, tercatat sebanyak 11 desa di Kabupaten Paser sama sekali belum menikmati jaringan listrik PLN. Melalui koordinasi intensif dan program percepatan yang dijalankan, saat ini angka tersebut berhasil ditekan secara signifikan hingga tersisa dua desa, yaitu Desa Harapan Baru dan Desa Kepala Telake.

Bupati Fahmi menegaskan bahwa penuntasan sisa desa berlistrik ini bukan sekadar pemenuhan infrastruktur dasar, melainkan komitmen politik dan moral yang tertuang dalam visi-misi pembangunan daerah, yaitu Paser TUNTAS.

"Pada awal kami menjabat, masih ada 11 desa yang belum teraliri listrik. Sekarang tinggal dua desa, yakni Harapan Baru dan Kepala Telake. Semoga ini bisa segera diselesaikan," kata Fahmi.

Ia berharap PLN dapat menyelesaikan penyambungan listrik tersebut secara bertahap, setidaknya satu desa per tahun, sehingga seluruh desa di Kabupaten Paser terbebas dari masalah krisis energi sebelum masa jabatannya berakhir.

Selain berfokus pada dua desa yang belum tersentuh jaringan utama, Pemkab Paser juga menyoroti masalah perluasan jaringan listrik di wilayah pemukiman yang terus berkembang, seperti di Desa Petiku.

Untuk menyiasati kendala geografis dan teknis di wilayah perairan atau kawasan khusus, Pemkab Paser bersama mitra terkait mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal. Wilayah padat penduduk seperti Desa Selengot (sekitar 2.000 jiwa) dan Desa Labuang Kallo kini mengandalkan PLTS komunal sebagai solusi transisi energi bersih.

Menanggapi dorongan Pemkab Paser, Manajer UP3 PLN Balikpapan, Hendy Gita Wedhatama menyatakan kesiapan pihak PLN untuk mengawal percepatan elektrifikasi di Paser.

Menurut Hendy, program penanganan untuk Desa Harapan Baru dan Desa Kepala Telake sejatinya sudah masuk dalam peta jalan (roadmap) penanganan PLN saat ini. Sementara untuk usulan perluasan jaringan di desa-desa seperti Petiku, akan dijadikan perhatian utama pada tahap berikutnya.

"PLN siap terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Paser untuk mendukung pemerataan akses listrik bagi seluruh lapisan masyarakat," kata endy. (*)

Editor : Sukri Sikki
fahmi fadli Kabupaten Paser pln listrik