“Saya kira ini langkah maju sebagai antisipasi terbukanya jalur untuk menghubungkan antara PPU dengan Kota Balikpapan,” kata Sekretaris DPC Organda PPU, Amiruddin Lambe, Kamis (8/8).
Namun, lanjut dia, Organda yang menaungi puluhan angkutan kota (angkot) yang beroperasi di daerah ini minta dilibatkan secara aktif oleh Dishub PPU.
Dia mengatakan, selaku praktisi yang menjalankan moda transportasi darat merasa wajib dilibatkan mulai dari penyusunan rute, termasuk pada penetapan tarif angkutan kota.
“Kami perlu dilibatkan agar semua bisa disepakati bersama dan menghindari agar tidak terjadi penolakan-penolakan dari anggota Organda. Dalam kaitan ini antara Dishub dan Organda perlu bertemu untuk membahas hal ini secara bersama-sama,” ujar Amiruddin Lambe.
Dia mengatakan itu menanggapi pewartaan media ini sebelumnya, yaitu Dishub PPU mengumumkan telah menyiapkan jalur baru angkutan darat dari Penajam menuju Kota Balikpapan melalui Jembatan Pulau Balang.
Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan akses dan konektivitas kedua wilayah tersebut, apalagi saat ini pembangunan jembatan di Kelurahan Pantai Lango Kecamatan Penajam, PPU, itu telah mendekati rampung 100 persen, dan dijadwalkan beroperasi maksimal pada waktu dekat ini.
Mengutip kembali pemberitaan sebelumnya, jembatan ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo didampingi Iriana Joko Widodo Minggu, 28 Juli 2024.
Peresmian tersebut menandai pencapaian penting dalam pengembangan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Jembatan tersebut menelan biaya fisik sebesar Rp 1,4 triliun yang didanai oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Meskipun jalan tol yang menghubungkan jembatan belum sepenuhnya selesai, uji coba operasional dilakukan sejak peresmian itu dengan rencana penggunaan terbatas hingga pekerjaan selesai sepenuhnya.
Kepala Dishub PPU, Alimuddin, mengatakan, bahwa pihaknya dituntut untuk menyesuaikan pada setiap perkembangan dinamika pembangunan di daerahnya.
Karena itu, ia bakal menyesuaikan dengan terbukanya akses kedua daerah melalui jembatan tersebut dengan membuka rute baru yang dilewati oleh angkutan kota.
“Hanya, soal urut-urutan rute-nya nanti hingga saat ini masih kami pelajari dulu secara lebih teliti,” kata Kepala Dishub PPU, Alimuddin, Minggu (4/8).
Dijelaskannya, rute baru tersebut segera dirancang untuk mempermudah akses masyarakat dari PPU utamanya Penajam menuju Balikpapan dan sebaliknya.
Dishub PPU juga akan mempertimbangkan faktor keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dengan sebaik-baiknya. Rute baru itu ia pastikan terkoneksi dengan memanfaatkan jaringan jalan yang sudah ada, baik di Penajam maupun Balikpapan.
“Sudah tentu kami memikirkan untuk pembukaan rute baru dengan memanfaatkan perkembangan pembangunan yang semakin maju saat ini,” jelas pria dengan ciri khas berkumis tebal itu.
Editor : Uways Alqadrie