Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) PPU, Sandry Ernamurti mengatakan, kenaikan tarif itu berkisar yang semula Rp 450 ribu menjadi Rp 600.000 hingga Rp 700 ribu per kamar per malam.
“Kenaikan tarif kamar hotel ini berlaku per tanggal 14-18 Agustus 2024,” kata Sandry Ernamurti, ketua BPC PHRI PPU, Kamis (8/8).
Kenaikan ini, lanjut dia, terkhusus terjadi pada hotel yang dikelolanya secara pribadi. Meski demikian, ujar dia, hotel lain di PPU juga ada kenaikan yang juga sangat signifikan jelang datangnya ribuan tamu dan undangan untuk mengikuti upacara hari kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia itu.
Kendati demikian, ujar dia, hingga kemarin di semua hotel di PPU masih beberapa kamar kosong, dan belum ada bookingan dari tamu atau pejabat yang akan mengikuti upacara di IKN itu.
“Saya last update per tanggal 6 Agustus 2024 ke semua hotel yang ada dari Penajam sampai Waru masih tersedia kamar-kamar, termasuk hotel pemerintah Grand Nusa masih kosong,” tuturnya.
Penjelasan Sandry Ernamurti ini mengkonfirmasi Kaltim Post, Kamis (8/8) yang menanyakan perihal Presiden Joko Widodo yang direncanakan memboyong ribuan orang untuk merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-79 kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024 di IKN.
Ribuan tamu itu sangat dimungkinkan menginap di sejumlah hotel di Balikpapan dan PPU. “Benar, namun hingga kemarin masih ada kamar-kamar hotel anggota PHRI di PPU yang masih kosong,” katanya.
Hal yang sama juga terjadi di hotel di Kota Balikpapan. Seperti diberitakan kemarin, menjelang perayaan HUT ke-79 Republik Indonesia, ketersediaan kamar hotel di Balikpapan masih cukup untuk menampung pengunjung.
Ketua BPC PHRI Balikpapan, Soegianto, mengungkapkan informasi terbaru mengenai situasi ini.
Awalnya, hampir seluruh kamar hotel di Kota Minyak ini dilaporkan telah terpesan.
Namun, berdasarkan data terkini, masih terdapat sejumlah kamar yang tersedia untuk periode 15-18 Agustus 2024.
Perubahan ini disebabkan oleh pembatalan reservasi dari beberapa instansi yang semula berencana mengadakan kegiatan terkait upacara HUT RI di IKN.
"Pada awalnya, kami menginformasikan bahwa hampir semua kamar hotel telah dipesan, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, beberapa instansi yang sebelumnya telah melakukan reservasi kini membatalkannya.
Sehingga, masih ada kamar yang tersedia di hotel-hotel bintang, baik dari bintang 3 ke bawah maupun 4 dan 5 di Balikpapan pada tanggal tersebut," jelas Soegianto. (*)
Editor : Almasrifah