KALTIMPOST.ID-Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Penajam Paser Utara (PPU) semakin dekat. Tim terus melakukan pendekatan ke berbagai kalangan. Salah satunya adalah anak muda atau generasi Z. Pertemuan itu berlangsung di Yellow Duck Cafe Balikpapan, Selasa (8/9) malam.
Acara itu mengundang anak muda dari PPU yang sedang kuliah atau sekolah di Balikpapan. Sesi diskusi dihadiri Wakil Ketua Tim Kampanye Kabupaten Mudyat-Waris Raup Muin.
Dia mengatakan, diskusi bersama pemuda atau generasi Z itu sebagai bentuk untuk memikirkan bagaimana PPU ke depannya. Karena perlu diketahui sejak Ibu Kota Nusantara (IKN) berada di PPU, maka mereka generasi muda harus dirangkul secara bersama-sama untuk bisa terlibat secara langsung. “Jadi jangan sampai mereka (generasi Z) ilfil terhadap daerahnya sendiri di Penajam,” tuturnya.
Maka dalam momentum Pilkada PPU, Raup turut mengajak pemuda untuk terlibat aktif dalam memikirkan politik. “Ya politik itu bukan hanya untuk orang dewasa karena generasi Z dan milenial juga harus terlibat aktif dalam perpolitikan,” ungkap Raup. Dengan hadirnya mereka dalam kegiatan diskusi sekaligus menyerap aspirasi untuk PPU yang lebih baik.
Dalam momentum menjelang Pilkada PPU, Ketua Partai Gerindra PPU itu mengajak generasi Z untuk bisa bersama-sama menentukan pilihan pemimpin yang tepat. Karena lima tahun ke depan itu sangat berdampak terhadap perubahan di Penajam. “Saya pikir kalau generasi Z ini agak lebih kritis ya, makanya kita menyampaikan visi-misi dari salah satu calon bupati dan calon wakil bupati PPU (Mudyat-Waris),” tuturnya.
Dikatakan, bahwa visi-misi pasangan Mudyat Noor dan Abdul Waris Muin tentu memuat terkait peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM). Sehingga SDM di PPU bisa lebih bermutu dan berkompeten.
Dengan begitu, SDM di PPU mampu bersaing bukan hanya sebagai pekerja, tapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Selain itu, Mudyat-Waris juga akan membuka balai pelatihan untuk meningkatkan soft skill dan kemampuan SDM di PPU.
“Dengan begitu, SDM kita memiliki sertifikasi khusus yang bisa digunakan untuk mendaftar pekerjaan,” ungkapnya. Sebenarnya, ada 13 program yang dibuat dan semuanya sangat bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga PPU termasuk generasi Z dan milenial.
Karena tidak hanya pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi, namun calon Mudyat-Waris salah satu programnya juga mendorong peningkatan di sektor pendidikan. Tentu itu sangat membantu untuk perkembangan SDM di Penajam yang mampu berdaya saing.
“Saya juga sebagai salah satu toko di Penajam, yang sekarang sebagai ketua DPRD PPU, maka saya juga menyerap aspirasi dari generasi Z dan milenial. Di satu sisi, bagaimana mereka harus ikut andil dalam momentum pilkada kali ini,” ucapnya.
Raup menyampaikan, dari hasil diskusi bersama generasi Z, mereka sepakat mendukung Mudyat-Waris. “Saya pikir dengan program yang sudah (dijelaskan) mereka sepakat untuk mendukung Mudyat-Waris. Jadi insyaallah mereka yang hadir dalam diskusi ini mereka siap mendukung Mudyat-Waris,” bebernya. (rul/rom)
Editor : Rizky Rizkyawandi