Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Disketapang Gelar GPM di PPU: Harga Lebih Murah Hari Ini di Desa Sesulu, Berikutnya Jelang Nataru 2025

Ari Arief • Jumat, 18 Oktober 2024 | 08:22 WIB

GPM: Kepala Disketapang PPU, Mulyono (empat, kanan) bersama warga penerima bantuan dan para pihak yang terlibat pada gerakan pangan murah. (FOTO: IST)
GPM: Kepala Disketapang PPU, Mulyono (empat, kanan) bersama warga penerima bantuan dan para pihak yang terlibat pada gerakan pangan murah. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Desa Sesulu, Kecamatan Waru, PPU, dimulai pukul 08.30 Wita, Jumat (18/10), hari ini. Sebelumnya, GPM Disketapang PPU ini digelar di halaman Kantor Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, PPU, Rabu (16/10).

“GPM ini dilakukan serentak nasional dalam rangka Hari Pangan Sedunia ke-44 Tahun 2024,” kata Kepala Disketapang PPU, Mulyono, Kamis (17/10).

Melalui GPM ini, kata Mulyono, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dengan harga di bawah pasar. Seperti beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Rp 56.500 per 5 kilogram, bawang merah Rp 15 ribu per 0,5 kilogram, beras lokal Rp 57.500 per 5 kilogram, telur Rp 53 ribu per rak, cabai rawit merah Rp 23.500 per 0,5 kilogram, beras premium 72 ribu per 5 kilogram, gula putih Rp 17 ribu per kilogram, bawang putih Rp 19 ribu per 0,5 kilogram.

Sementara itu, sejumlah warga yang membaca baliho GPM yang dipampang di kantor tersebut, mengatakan, bahwa harga sembako yang dipasarkan oleh Disketapang PPU itu harganya hampir sama dengan yang berlaku di pasar.

“Kok harganya hampir sama saja dengan yang berlaku di pasar, ya,” kata Totok, warga Babulu Darat, Kecamatan Babulu, PPU, kemarin. Namun, hal ini dibantah oleh Mulyono. “Iya benar, yang dijual yang tertera di baliho itu. Kalau harga di bawah harga pasar. Ada perbedaan karena harga grosir,” kata Mulyono.

Dia menjelaskan, untuk Oktober ini Disketapang PPU mengagendakan GPM pada dua tempat. Pertama di halaman Kantor Kelurahan Penajam, dan dilanjutkan di halaman Kantor Desa Sesulu, hari ini. GPM ini lanjut dia bekerja sama Badan Pangan Nasional, Badan Usaha Logistik (Bulog), Bank Indonesia (BI), Bankaltimtara, World Food Day. “Ya, masyarakat menyambutnya dengan semangat sekali karena sekitar jam 07.00 Wita masyarakat sudah mulai berdatangan ke tempat GPM,” ujarnya. 

Animo masyarakat sedemikian tinggi itu, kata dia, GPM seperti ini bakal digelar lagi saat memasuki Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. “Insyaallah akan kami laksanakan lagi menjelang Nataru dengan harapan dapat membantu masyarakat yang memerlukan sembako dengan harga terjangkau,” katanya. Selain GPM, pada acara ini juga dilakukan penyerahan bantuan pangan dari pemerintah pusat kepada 10.618 penerima dan bantuan pangan untuk 360 balita gizi kurang. 

Tentang harga sembako yang dibandingkan oleh masyarakat itu, Kaltim Post mencoba cek dengan harga yang berlaku di pasar berdasarkan data Sistem Informasi Ketahanan Pangan PPU per 15 Oktober 2024. Tercatat, untuk harga beras Rp 13.050 per kilogram, bawang merah Rp 35 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp 29.496 per rak, cabai rawit merah Rp 49.159 per kilogram.

Lalu beras premium Rp 16.492 per kilogram, gula putih Rp 18.664 per kilogram, bawang putih Rp 40.497 per kilogram. Apabila dilihat dari harga ini, maka, harga barang sama yang dijual Disketapang PPU terdapat selisih harga lebih rendah dari harga pasar.

Editor : Uways Alqadrie
#pemkab ppu #gerakan pangan murah