Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Penajam Paser Utara Siap Menjadi Mitra Strategis Ibu Kota Baru Nusantara Melalui Penataan Ruang yang Terpadu dan Kolaboratif

Thomas Dwi Priyandoko • Jumat, 22 November 2024 | 09:10 WIB

 

Nicko Herlambang (kanan) menerima cendera mata dari IDE-JETRO.
Nicko Herlambang (kanan) menerima cendera mata dari IDE-JETRO.

Oleh : Nicko Herlambang, ST, M Si (Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Penajam Paser Utara)

---

KALTIMPOST.ID, PENAJAM PASER UTARA - Penetapan Nusantara sebagai Ibu Kota Baru Republik Indonesia telah membawa perubahan signifikan bagi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Baru, Kabupaten PPU kini dituntut untuk mempersiapkan diri menjadi mitra strategis dalam pengembangan Nusantara di masa depan.

Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat kehormatan untuk menghadiri workshop dan seminar di Chiba dan Tokyo, Jepang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institutes of Developing Economies, Japan External Trade Organization (IDE-JETRO). IDE adalah lembaga di bawah JETRO yang bertujuan melakukan penelitian dan analisis ekonomi negara-negara berkembang.

IDE berfokus pada pengembangan pengetahuan tentang dinamika ekonomi, sosial, dan politik di negara-negara berkembang serta dampaknya terhadap perdagangan dan investasi internasional. Berikut beberapa poin penting mengenai IDE:

1. Penelitian dan Analisis: IDE melakukan penelitian mendalam tentang isu ekonomi dan sosial di negara-negara berkembang, termasuk kebijakan ekonomi, perdagangan internasional, dan pembangunan berkelanjutan.
2. Pengembangan Kebijakan: Hasil penelitian IDE digunakan untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah Jepang dan pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan negara-negara berkembang.
3. Pendidikan dan Pelatihan: IDE menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di negara-negara berkembang.
4. Kerjasama Internasional: IDE aktif menjalin kerjasama dengan institusi penelitian, universitas, dan organisasi internasional untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan ekonomi.
5. Promosi Investasi: IDE memberikan wawasan mengenai peluang dan tantangan di negara-negara berkembang, berkontribusi pada promosi investasi Jepang di kawasan tersebut.

Secara keseluruhan, IDE berperan penting dalam menjembatani pemahaman antara Jepang dan negara-negara berkembang serta mendukung pengembangan ekonomi yang berkelanjutan melalui penelitian dan kolaborasi.

BRIN diwakili oleh Dr. Agus Eko Nugroho, Kepala Organisasi Riset untuk Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat, serta Dr. Mardyanto Wahyu Tryatmoko, Kepala Pusat Riset untuk Pemerintah Daerah. IDE-JETRO juga menghadirkan pakar dan peneliti terkenal seperti Koichi Kawamura, Peneliti Senior Overseas IDE-JETRO, dan Dr Miki Hamada, Direktur Umum Pusat Studi Pembangunan IDE-JETRO.

Dalam seminar bertajuk "Seminar On The National Big Project of Indonesia, Challenges of Economic Cooperation In National Projects of The Global South: The Case of Indonesia’s New Capital Construction," Bupati Penajam Paser Utara turut hadir secara online. Beliau menyampaikan komitmen Penajam Paser Utara terhadap pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan potensi ekowisata yang melimpah, Penajam Paser Utara menawarkan keindahan alam yang belum terjamah, termasuk pantai dan ekosistem laut yang kaya, yang dapat dioptimalkan melalui proyek konservasi dan pariwisata berkelanjutan.

Investasi infrastruktur di Penajam Paser Utara dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan, menciptakan jaringan transportasi ramah lingkungan dan zona industri yang efisien energi. Buluminung Industrial Estate menjadi contoh nyata dari upaya ini. Selain itu, wilayah ini juga menyediakan peluang besar dalam pengembangan energi terbarukan seperti solar dan angin, seiring dengan transisi global menuju energi bersih.

Fokus pada menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera, Penajam Paser Utara berkomitmen pada udara bersih, ruang terbuka hijau, dan infrastruktur yang berkelanjutan. Dengan semua potensi ini, Penajam Paser Utara tidak hanya menawarkan peluang investasi yang menguntungkan tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi pada masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

Sebagai salah satu perwakilan dari Kabupaten Penajam Paser Utara yang hadir langsung dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan presentasi, Nicko Herlambang, ST, M.Si, selaku Asisten Pemerintahan dan Kesra, memaparkan konsep masa depan Kabupaten Penajam Paser Utara melalui penataan ruang yang terpadu dan kolaboratif. Presentasi ini dilakukan di hadapan para peneliti dan perwakilan perusahaan Jepang yang berminat melakukan investasi dan pengembangan usaha di Indonesia.

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, total luas wilayah Kabupaten PPU pasca penetapan Ibu Kota Baru adalah sekitar 202.510,16 hektare. Wilayah ini terdiri dari empat kecamatan: Sepaku, Penajam, Waru, dan Babulu. Kabupaten PPU berbatasan langsung dengan Ibu Kota Baru Nusantara di bagian utara, Teluk Balikpapan di timur, Selat Makassar di selatan, serta Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser di barat.

Penetapan Nusantara sebagai Ibu Kota Baru dengan konsep "Economic Superhub" telah mendorong Pemerintah Kabupaten PPU untuk melakukan persiapan matang, khususnya dalam aspek penataan ruang. Hal ini tercermin dalam upaya revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di beberapa kawasan strategis.

Tujuan utama dari penataan ruang di Kabupaten PPU adalah mewujudkan visi sebagai "Serambi Nusantara" yang berbasis pertanian, industri, perikanan, dan pariwisata dengan perspektif lingkungan yang berkelanjutan. Visi ini sejalan dengan konsep pengembangan Ibu Kota Baru Nusantara sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan yang terintegrasi dengan wilayah sekitarnya.

Salah satu fokus utama dalam penataan ruang di Kabupaten PPU adalah pengembangan koridor "Serambi Nusantara" yang terbagi menjadi dua, yaitu Koridor Penajam-Petung dan Koridor Maridan-Riko-Sepan-Sotek. Kedua koridor ini diharapkan dapat menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa, serta simpul transportasi yang mendukung pertumbuhan Ibu Kota Baru Nusantara.

Bersama peserta seminar.
Bersama peserta seminar.

Koridor Penajam-Petung, dengan luas sekitar 9.184,10 hektare, direncanakan menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa di tingkat kabupaten. Wilayah ini juga akan dikembangkan sebagai pusat pariwisata bahari, termasuk waterfront city. Sementara itu, Koridor Maridan-Riko-Sepan-Sotek, dengan luas sekitar 9.028,17 hektare, akan diarahkan sebagai pusat layanan, perdagangan, dan jasa di tingkat kecamatan, serta pengembangan wilayah permukiman.

Dalam proses penyusunan RTRW dan RDTR, Pemerintah Kabupaten PPU telah melakukan berbagai langkah persiapan yang matang. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penataan ruang di Kabupaten PPU dapat mendukung pengembangan Ibu Kota Baru Nusantara secara optimal.

Salah satu langkah penting yang telah dilakukan adalah penetapan kawasan strategis di Kabupaten PPU. Berdasarkan Keputusan Bupati Penajam Paser Utara, terdapat beberapa kawasan strategis yang telah ditetapkan, di antaranya Kawasan Industri Buluminung, Pusat Pemerintahan dan Perdagangan, Waterfront City, Agropolitan dan Food Estate, serta Minapolis.

Penetapan kawasan strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten PPU. Masing-masing kawasan strategis memiliki rencana pengembangan yang disesuaikan dengan potensi dan karakteristiknya.

Salah satu contoh adalah Kawasan Industri Buluminung yang direncanakan seluas 8.700 hektare. Kawasan ini akan menjadi salah satu gerbang masuk bagi pergerakan barang dan jasa di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, serta terintegrasi dengan Pelabuhan Penajam yang terletak di Teluk Balikpapan.

Untuk mendukung konektivitas, Pemerintah Kabupaten PPU juga merencanakan pengembangan jaringan transportasi yang terintegrasi, meliputi sistem jalan raya, jaringan kereta api, transportasi sungai, laut, dan udara. Salah satunya adalah pembangunan Bandara VVIP yang akan menjadi pintu masuk utama bagi para tamu penting yang berkunjung ke Ibu Kota Baru Nusantara.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten PPU juga memperhatikan aspek infrastruktur pendukung lainnya, seperti jaringan energi, telekomunikasi, air bersih, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan sampah. Pengembangan sistem infrastruktur yang terintegrasi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan Ibu Kota Baru Nusantara secara optimal.

Dalam proses penyusunan RTRW dan RDTR, Pemerintah Kabupaten PPU juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penataan ruang yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan dan aspirasi warga setempat.

"Kami berkomitmen untuk menciptakan tata ruang yang terencana dan berkelanjutan, dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan pemanfaatan lahan yang efisien, perlindungan sumber daya alam, serta peningkatan infrastruktur demi meningkatkan kualitas hidup seluruh warga," ungkap Pelaksana Tugas Bupati Penajam Paser Utara, Dr. M. Zainal Arifin, S.Hut, M.Si.

Saat sesi seminar bersama IDE-JETRO.
Saat sesi seminar bersama IDE-JETRO.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten PPU juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian rencana tata ruang secara berkala. Hal ini bertujuan agar penataan ruang dapat beradaptasi dengan dinamika perkembangan Ibu Kota Baru Nusantara dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten PPU.

Dalam penyusunan RDTR, Pemerintah Kabupaten PPU telah menetapkan dua wilayah perencanaan (WP) utama, yaitu WP Serambi Nusantara Koridor Penajam-Petung dan WP Serambi Nusantara Koridor Maridan-Riko-Sepan-Sotek. Masing-masing WP memiliki karakteristik dan rencana pengembangan yang berbeda, namun tetap terintegrasi dalam mendukung pertumbuhan Ibu Kota Baru Nusantara.

WP Serambi Nusantara Koridor Penajam-Petung, dengan luas sekitar 9.184,10 hektare, direncanakan menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa di tingkat kabupaten. Wilayah ini juga akan dikembangkan sebagai pusat pariwisata bahari, termasuk waterfront city. Sementara itu, WP Serambi Nusantara Koridor Maridan-Riko-Sepan-Sotek, dengan luas sekitar 9.028,17 hektare, akan diarahkan sebagai pusat layanan, perdagangan, dan jasa di tingkat kecamatan, serta pengembangan wilayah permukiman.

Dalam penyusunan RDTR, Pemerintah Kabupaten PPU juga memperhatikan aspek-aspek penting, seperti sistem jaringan transportasi, energi, telekomunikasi, air bersih, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan sampah. Pengembangan infrastruktur yang terintegrasi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan wilayah secara berkelanjutan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten PPU juga memperhatikan aspek kebencanaan, dengan merencanakan sistem evakuasi bencana yang memadai. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di Kabupaten PPU, termasuk dalam mendukung pengembangan Ibu Kota Baru Nusantara.

Dengan persiapan yang matang, Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan dapat menjadi mitra strategis yang andal bagi pengembangan Ibu Kota Baru Nusantara di masa depan. Kolaborasi yang erat antara Pemerintah Kabupaten PPU, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Pusat diharapkan dapat mewujudkan visi Kabupaten PPU sebagai "Serambi Nusantara" yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Upaya ini tidak hanya akan membawa manfaat bagi Kabupaten PPU, tetapi juga bagi seluruh masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan sinergi yang baik, diharapkan pengembangan Ibu Kota Baru Nusantara dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitarnya.(*)

 

 

Editor : Thomas Priyandoko
#jepang #IKN #kerja sama #penajam