Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga PPU Sambut Positif Pasar Murah, Stabilkan Harga Sembako Jelang Ramadan

Ahmad Maki • Rabu, 19 Februari 2025 | 17:33 WIB
ANTUSIAS: Mulyono menyambut masyarakat yang datang dalam Program GPM di depan Kantor Dishanpan PPU.
ANTUSIAS: Mulyono menyambut masyarakat yang datang dalam Program GPM di depan Kantor Dishanpan PPU.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) menyambut positif pasar murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) PPU melalui program Gerakan Pasar Murah (GPM) guna menekan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan, di halaman kantor Dishanpan, Kelurahan Petung, pada (19/2/2025).

Salah seorang warga, Ernawati mengaku terbantu dengan adanya GPM. “Harga di pasar murah (GPM) lebih terjangkau dibanding harga pasaran, terutama untuk telur, minyak, gula, dan bawang. Ini sangat membantu masyarakat, terutama menjelang bulan puasa,” tuturnya.

Kepala Dishanpan PPU, Mulyono, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU, Marlina, menjelaskan bahwa kegiatan GPM ini telah menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Hari besar nasional seperti Natal, Tahun Baru, dan Lebaran sering kali diiringi dengan kenaikan harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, kami mengadakan GPM untuk menstabilkan harga menjelang Ramadan,” ujar Mulyono.

Dalam rangka menjaga harga tetap terjangkau, GPM akan digelar sebanyak tiga kali. "Setelah di Dishanpan pada 19 Februari 2025, kegiatan serupa akan berlangsung di Kecamatan Waru pada 24 Februari dan Kecamatan Babulu pada 27 Februari,” tambahnya.

GPM ini melibatkan berbagai pihak, termasuk toko modern, Bulog, dan penggilingan padi. Selain itu, Dishanpan PPU juga bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam penyediaan bantuan ongkos angkut, sehingga harga bahan pokok dapat ditekan.

“Dengan adanya subsidi ongkos angkut dari Bank Indonesia, harga yang ditawarkan dalam GPM harus lebih murah dibandingkan harga pasar,” jelas Mulyono.

Ia menegaskan bahwa GPM harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Jika harga yang ditawarkan lebih tinggi dari harga pasar, maka tujuan GPM tidak akan tercapai. Oleh karena itu, kami selalu berkoordinasi langsung dengan produsen dan mitra seperti Bulog, serta merencanakan kerja sama dengan ID Food Balikpapan,” ungkapnya.

Mulyono juga menyoroti kendala transportasi yang masih dihadapi dalam distribusi bahan pokok ke wilayah PPU.

“Saat ini, kami masih terkendala dengan penyeberangan ferry yang memerlukan biaya tinggi. Kami berharap Jembatan Pulau Balang segera diresmikan agar distribusi menjadi lebih lancar,” katanya.

Meski demikian, ia meyakinkan masyarakat bahwa stok pangan di PPU aman hingga beberapa bulan ke depan. “Petani di Babulu sudah mulai panen, sehingga stok beras dan kebutuhan pokok lainnya aman untuk Februari, Maret, hingga April,” ujarnya.

Mulyono berharap kegiatan GPM ke depan dapat diperluas dan diadakan lebih sering untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan daerah sekitar, baik untuk mendistribusikan hasil panen surplus dari PPU maupun mendatangkan pasokan dari daerah lain jika diperlukan,” jelasnya.

Menanggapi permintaan warga agar GPM diadakan setiap bulan, Mulyono mengungkapkan keterbatasan anggaran yang hanya memungkinkan pelaksanaan 12 kali dalam setahun, dengan prioritas pada momen hari besar nasional dan Hari Pangan Nasional. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo