Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dokter Spesialis di Daerah Masih Sangat Kurang dan Sepi Peminat, Pelayanan RSUD di Sepaku Jadi Kurang Maksimal

Ahmad Maki • Sabtu, 15 Maret 2025 | 12:29 WIB
Kepala Dinas Kesehatan PPU-dr Jansje Grace Makisurat.
Kepala Dinas Kesehatan PPU-dr Jansje Grace Makisurat.

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kecamatan Sepaku, yang baru-baru ini diresmikan, masih menghadapi sejumlah kendala dalam memberikan pelayanan medis yang optimal kepada masyarakat.

Meski pembangunan gedung RSUD tipe B sudah rampung, rumah sakit itu belum dapat beroperasi sepenuhnya karena minimnya alat kesehatan dan tenaga medis spesialis, seperti dokter bedah dan anestesi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dr Jansje Grace Makisurat mengungkapkan, meski gedung B RSUD Sepaku telah selesai dibangun, fasilitas medis dan tenaga ahli yang dibutuhkan untuk mendukung pelayanan masih sangat terbatas.

"Gedung B sudah selesai tapi harus diisi. Tanpa tenaga medis yang memadai, kami tidak bisa memberikan pelayanan yang optimal," ujarnya dalam perbincangan pada Jumat (4/3) lalu.

RSUD Sepaku yang dibangun dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), memiliki fasilitas seperti ruang perawatan ICU, NICU, PICU, serta kamar operasi.

Namun, tanpa adanya dokter spesialis dan peralatan medis yang lengkap, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya dokter spesialis, terutama di bidang bedah dan anestesi.

Meski rumah sakit telah menyediakan ruang operasi dan fasilitas lainnya, kegiatan medis seperti operasi masih belum bisa dilaksanakan.

"Kami sudah memiliki ruang operasi tapi tanpa dokter bedah dan anestesi, kami belum bisa melaksanakan operasi. Itu yang sedang kami perjuangkan," jelas dr Grace.

RSUD yang menjadi standar pelayanan rumah sakit di daerah, seharusnya dapat menyediakan layanan medik umum, gawat darurat, spesialis dasar, serta pelayanan keperawatan dan kebidanan.

Namun, hingga kini, kekurangan tenaga medis spesialis menjadi penghambat utama dalam mencapai standar pelayanan yang diharapkan.

Untuk sementara, RSUD Sepaku mengandalkan tenaga kontrak dari RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dan RSUD Samboja.

Selain itu, pemerintah daerah telah membuka peluang bagi tenaga medis melalui formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

Sayangnya, hingga kini, minat untuk mengisi posisi tersebut masih sangat rendah. Bahkan, dalam penerimaan PPPK terbaru, tidak ada tenaga medis yang mendaftar.

Grace berharap pemerintah daerah dapat menemukan strategi khusus untuk menarik tenaga medis agar bersedia bekerja di daerah, mengingat tantangan besar yang dihadapi RSUD Sepaku.

"Kami membutuhkan trik khusus untuk menarik minat para tenaga medis agar mau bertugas di sini (PPU)," tambahnya.

Dengan adanya langkah-langkah itu, diharapkan pelayanan kesehatan di RSUD Sepaku dapat segera meningkat dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kecamatan Sepaku.

Editor : Dwi Restu A
#pemkab ppu #dokter spesialis #RSUD Sepaku di IKN