KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Harga santan kelapa di Pasar Induk Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengalami kenaikan signifikan.
Kenaikan harga disebabkan minimnya pasokan kelapa tua yang menjadi bahan utama untuk produksi santan.
Hal ini diungkapkan salah satu pedagang santan kelapa, Fairuz. Kelapa tua yang sulit didapat membuat harga bahan baku menjadi sangat tinggi.
"Kelapanya susah. Sudah dua minggu bahkan hampir tiga minggu, kami tidak mendapat pasokan dari Sulawesi. Sekarang kami terpaksa mencari kelapa dari tempat lain, dikumpulkan seadanya," ujarnya, Kamis (20/3).
Meskipun harga kelapa tua naik, permintaan terhadap santan kelapa tetap tinggi. "Pasti harga santannya naik karena harga kelapa tua juga naik. Kelapa yang harga Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per biji itu langsung habis dibeli orang," imbuhnya.
Menurutnya, meski harga kelapa naik, pelanggan tetap membeli santan kelapa yang dijualnya. "Ramai yang beli. Yang penting kelapanya ada. Kalau tidak ada ya tidak bisa jualan," tambahnya.
Santan kelapa yang dijualnya juga diklaim dapat bertahan lama, asalkan disimpan dengan baik. "Santan yang kami jual ini bisa tahan berbulan-bulan jika disimpan di freezer," jelasnya.
Saat ini, harga santan kelapa yang dijual tembus Rp 80 ribu per kilogram. Namun, kelangkaan pasokan kelapa tua menyebabkan para pedagang harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Kondisi tersebut tentu mengkhawatirkan para pedagang dan konsumen yang bergantung pada komoditas kelapa untuk kebutuhan sehari-hari. "Meski harganya mahal, tetap dibeli dan yang pentingnya pasokannya ada. Karena sebentar lagi mau Lebaran," ucap Nur, salah satu konsumen.
Editor : Dwi Restu A