Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengalaman Lebaran Unik Mahasiswi Paser di Turki, Dari Baklava hingga Salat Id Tanpa Wanita!

Ari Arief • Rabu, 26 Maret 2025 | 15:02 WIB
Henny Wijayanti.
Henny Wijayanti.

KALTIMPOST.ID, Menjelang Idulfitri 1446 Hijriah atau 2025 Masehi, atmosfer di Turki bertransformasi menjadi semarak dan penuh warna.

Jalanan dihiasi gemerlap lampu, menciptakan pemandangan yang memikat.

Toko-toko, terutama yang menjual pakaian dan makanan, dipadati pengunjung yang antusias menyambut perayaan suci ini.

Henny Wijayanti, seorang mahasiswi asal Tanah Grogot, Kabupaten Paser yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Bandirma Onyedi Eylul Turki, Rabu (26/3) menuturkan, ada beberapa hidangan yang paling diminati saat hari raya ini, salah satunya adalah baklava, kue manis berlapis adonan tipis dengan isian kacang pistachio yang disiram sirup manis.

Tak ketinggalan, Turkish delight dan aneka cokelat serta permen menjadi favorit, terutama di kalangan anak-anak yang menantikan "Şeker Bayramı," sebutan Lebaran dalam bahasa Turki.

 Baca Juga: Jelang Idulfitri 1446 Hijriah, Harga Cabai di PPU Tembus Rp 90.000 Per Kilogram

“Toko-toko kue dan manisan berlomba-lomba menawarkan sajian menggugah selera, menambah semarak suasana,” kata Henny Wijayanti yang sudah beberapa tahun terakhir ini menetap di negara transbenua yang terletak di antara Eropa dan Asia itu.

Ia tinggal bersama suami dan anaknya yang jaraknya tak jauh dari kampus tempatnya kuliah.

Lebaran di Turki, lanjut Henny Wijayanti, juga identik dengan tradisi silaturahmi keluarga. Banyak orang melakukan perjalanan jauh untuk merayakan momen bahagia ini bersama orang-orang terkasih.

Kunjungan antartetangga dan keluarga menjadi ritual penting, di mana mereka saling bertukar ucapan selamat dan berbagi hidangan lezat.

 Baca Juga: Imbas Efisiensi Anggaran, Hoki Balikpapan Harap Segera Ada Kejelasan Terkait Pra Porprov

Masjid-masjid pun dipenuhi umat muslim yang melaksanakan salat Idulfitri, menandai awal bulan Syawal yang penuh berkah.

“Namun, terdapat perbedaan mencolok dengan tradisi di Indonesia. Di Turki, salat Idulfitri umumnya hanya diikuti oleh laki-laki, dan tidak banyak masjid yang menyediakan fasilitas salat bagi Perempuan,” ujarnya.

Bagi mahasiswa dan warga Indonesia yang tinggal di Turki, Lebaran menghadirkan nuansa yang berbeda. Kerinduan akan keluarga dan masakan khas Indonesia tak terelakkan.

Untungnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) secara rutin mengadakan acara salat Idulfitri dan silaturahmi yang terbuka untuk seluruh warga Indonesia.

 Baca Juga: Jangan Sampai Kecelakaan! Kenali Tanda-Tanda Microsleep dan Cara Mencegahnya sebelum Terlambat

Acara ini menyajikan berbagai hidangan khas Indonesia, mengobati kerinduan dan menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

“Dengan segala tradisi dan keunikannya, Lebaran di Turki memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi warga Indonesia. Meskipun jauh dari kampung halaman, mereka tetap dapat merasakan semangat kebersamaan dan merayakan momen suci ini dengan penuh khidmat,” kata Henny Wijayanti.

“Di saat-saat seperti ini kami selalu merindukan Tanah Air, ingin menikmati sajian menu khas Lebaran yang memang sama sekali berbeda dengan di Turki,” tambahnya. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#seker bayrami #baklava #tradisi lebaran turki #lebaran di turki