KALTIMPOST.ID, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) saat ini merampungkan pembangunan gedung baru instalasi rawat inap kelas 3 yang berada di bagian lain pada komplek rumah sakit yang beralamat di Jl. Provinsi, Km 9, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU.
Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Edi Saputro mengatakan, total terdapat delapan ruangan pada bangunan tersebut dengan rincian tujuh untuk ruangan biasa, dan satu untuk ruangan isolasi.
“Gedung yang baru ini akan diresmikan setelah kelengkapan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) perawat dan sarana pendukung telah terpenuhi yang insyaaallah dalam waktu dekat ini,” kata Lukasiwan Edi Saputro, Kamis (10/4).
Di dalam dua ruangan tersebut dirinci total bed 30 buah, yang masing-masing 28 bed untuk ruang biasa, dan 2 bed untuk ruang isolasi.
“Ruangan rawat biasa untuk pasien dengan penyakit tidak menular melalui udara, sedangan ruang isolasi untuk pasien yang penyakitnya bisa menularkan lewat udara,” jelasnya.
Dikatakannya bahwa ruang kelas tiga ini penyebutannya lebih tepatnya adalah kelas rawat inap standar (KRIS), dan selesai dibangun akhir 2024 dengan APBD pada tahun anggaran yang sama.
Berkaitan dengan penambahan sarana rawat inap, lanjut Lukasiwan, pihaknya membutuhkan kurang lebih 20 perawat baru.
“Insyaallah kami akan melakukan perekrutan tenaga kontrak badan layanan umum daerah (BLUD). Saat ini kami sudah membentuk tim seleksi untuk merumuskan pedoman pelaksanaan perekrutan sebelum nanti diumumkan pembukaan pendaftaran lowongan kerja atas izin bupati selaku pemilik BLUD dan dewan pengawas (dewas) selaku perpanjangan tangan pemilik,” katanya.
Saat ini, kata dia, RSUD RAPB PPU sebelumnya memiliki 107 tempat tidur, dengan rincian 83 tempat tidur kelas III, 10 tempat tidur isolasi, 4 tempat tidur perinatologi, 6 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU), dan 2 tempat tidur Pediatric Intensive Care Unit (PICU).
“Dengan adanya pembangunan gedung baru, diharapkan jumlah tempat tidur dan fasilitas layanan di RSUD RAPB dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Untuk rekrutmen puluhan tenaga perawat dan ditempatkan pada gedung yang baru ini mendapatkan tanggapan Kholis Subehi, salah satu anggota dewas RSUD RAPB PPU.
Dia berharap manajemen rumah sakit milik daerah itu memprioritaskan penerimaan tenaga perawat baru asal daerah PPU.
“Nanti saya akan meminta secara khusus kepada manajemen rumah sakit agar tenaga perawat yang dibutuhkan diutamakan diterima dari warga PPU sendiri,” kata Kholis Subehi, Kamis (10/4). ***
Editor : Dwi Puspitarini