KALTIMPOST.ID, Upaya pencarian terhadap pemuda bernama Moh Ali Maulana Yusuf (21) yang dilaporkan hilang terseret arus deras di perairan Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) pada sekira pukul 10.15 Wita, Jumat (18/4) belum ditemukan hingga pukul 16.36 Wita, Sabtu (19/4).
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan, upaya pencarian diperluas hingga sampai ke Teluk Balikpapan atau belasan mil dari tempat kejadian perkara.
“Pencarian maksimal telah kami lakukan namun belum ada perkembangan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, Sabtu (19/4).
Ia mengatakan, telah mengerahkan personel gabungan untuk melakukan penelusuran sesuai petunjuk yang diberikan oleh dua rekan Moh Ali Maulana Yusuf, yaitu Aldi (24) dan Faqih (24), teman sesama pemancing pada hari nahas di bagang di kawasan perairan Tanjung Jumlai itu.
Mengutip kembali pewartaan media ini, kabar duka menyelimuti perairan Tanjung Jumlai, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, setelah seorang pemuda bernama Moh Ali Maulana Yusuf (21) dilaporkan hilang terseret arus deras pada sekira pukul 10.15 Wita, Jumat (18/4).
Informasi yang dihimpun dari laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten PPU, sekira pukul 23.04 Wita, Jumat (18/4), menyebutkan, kejadian nahas ini bermula saat korban bersama dua rekannya, Aldi (24) dan Faqih (24), pergi memancing di dekat area bagang sekitar pukul 09.00 Wita.
Kondisi gelombang laut yang besar memaksa mereka mengikat kapal mereka ke bagang dan melanjutkan aktivitas memancing dari atas bagang.
Nahasnya, tali pengikat kapal terlepas. Moh Ali Maulana Yusuf, yang sebelumnya mengikat tali tersebut, berinisiatif untuk berenang mengejar kapal yang hanyut.
Upaya kedua temannya untuk mencegahnya sia-sia. Arus gelombang laut yang kuat dengan cepat menyeret korban menjauh dari bagang hingga akhirnya menghilang dari pandangan.
Laporan kejadian ini diterima oleh Pusdalops BPBD PPU pada pukul 10.33 Wita di hari yang sama.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, Basarnas Balikpapan, Polres PPU, Kodim 0913/PPU, Satpolairud Polres PPU, PT. Maindo, DPKP PPU, Babinsa Girimukti, Bhabinkamtibmas Girimukti, serta dibantu keluarga korban, segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Baca Juga: Jumbo, Film Animasi Indonesia yang Bikin Studio Penuh dan Penonton Rela Nobar Naik Angkot
Upaya pencarian intensif dilakukan di sekitar lokasi awal korban hilang dan diperluas hingga radius dua mil dari titik tersebut.
Namun, hingga pukul 17.00 Wita, korban belum berhasil ditemukan. "Pencarian hari ini telah dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan besok pagi, Sabtu (19/4)," kata Kepala Pelaksana BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro menjawab Kaltim Post, Jumat (18/4) sekira pukul 23.08 Wita.
Dia mengungkapkan, sejumlah unit dikerahkan dalam operasi pencarian ini, termasuk 4 unit mobil operasional, 1 unit perahu karet beserta peralatan penunjang dari BPBD PPU, 1 unit speedboat dari Basarnas Balikpapan, 1 unit sea truck dari PT. Maindo, 1 unit mobil operasional dan 1 unit perahu karet dari DPKP PPU, 1 unit speedboat dari Satpolairud Polres PPU, 1 unit speedboat dari Dinas Pariwisata, serta partisipasi aktif dari warga setempat dengan 1 unit kapal klotok dan 1 unit kapal ketinting.
Ditegaskannya, bahwa pihak berwenang dan tim penyelamat terus berupaya maksimal untuk menemukan Moh Ali Maulana Yusuf.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan memerhatikan cuaca apabila hendak melakukan aktivitas di laut. ***
Editor : Dwi Puspitarini