KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Tahapan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terhadap program Sekolah Rakyat (SR) besutan Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan kemajuan signifikan.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Tohar, menghadiri undangan Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, untuk membahas detail program tersebut. Pertemuan penting ini berlangsung di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (21/4). Agenda utama meliputi pembahasan usulan SR dan penandatanganan berita acara klarifikasi terkait kesiapan lahan di PPU.
Sekkab PPU, Tohar, membenarkan pertemuan ini, dan mengatakan, bahwa .proposal usulan dari Pemkab PPU untuk mendukung pembangunan SR sudah diterima oleh jajaran Kemensos, Senin (21/4). Dalam pertemuan itu dibahas mengenai Desk Rencana Usulan Sekolah Rakyat.
“Yang dilakukan klarifikasi dalam desk ini antara lain komitmen pemerintah daerah atas rencana pembangunan SR, dan kesiapan lahan yang dicadangkan oleh pemerintah daerah alas hak dan telah clean and clear,” kata Sekkab PPU, Tohar, Selasa (22/4).
Selain itu, lanjutnya, keterangan ruang berkenaan dengan lokasi seperti rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR), jumlah rombongan belajar dari masing-masing tingkatan pendidikan SD sampai dengan SMA, orbitase lokasi rencana SR dengan fasilitas infrastruktur dasar air bersih dan listrik.
“Setelah itu kita tunggu tim advance dari kementerian teknis untuk visitiasi ke lokasi yang direncanakan,” katanya.
Menjawab tentang wilayah tanggung jawab Pemkab PPU dalam kaitan SR ini, Tohar mengatakan, sementara yang terkonfirmasi, kompetensi daerah untuk pembangunan SR ada dua yaitu kesiapan lahan yang akan dipinjampakaikan dan data calon peserta didik ke depan yang diambil dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Kepala Dissos PPU, Saidin menambahkan, bahwa proporsal pembangunan SR dari Pemkab PPU telah direspons baik oleh Kemensos dan telah dibahas sertya klarifikasi oleh kemnterian terkait. “Selanjutnya, kementerian ingin memastikan lokasi tersebut telah clear and clean,” kata Saidin.
Ia mengatakan, bahwa untuk program SR ini pemerintah daerah hanya menyediakan lahan saja yang kini telah disiapkan seluas 6-7 hektare di Kelurahan Lawelawe, Kecamatan Penajam, sementara, biaya pembangunannya dianggarkan pemerintah pusat.
Pemerintah melalui Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, telah mencanangkan pendirian SR ini yang akan menyasar siswa-siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdapat di dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
SR yang didirikan berkonsep sekolah asrama gratis sehingga seluruh biaya sekolah, makan, dan tempat tinggal asrama akan ditanggung oleh negara. SR didesain untuk mencetak para siswa menjadi agen-agen perubahan yang dapat mengubah taraf kesejahteraan keluarganya.
Editor : Uways Alqadrie