KALTIMPOST.ID, Sosok Taufiqurahman, ketua RT 11, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), patut diacungi jempol.
Di tengah permasalahan banjir yang kerap melanda wilayahnya, terutama saat hujan deras, ia tak hanya menyampaikan keluhan.
Ketua RT yang telah mengabdi selama dua periode ini justru mengambil inisiatif cerdas untuk mencari solusi.
Banjir di kawasan Perumahan Nenang Permai Jl. Propinsi, Km 4, Kelurahan Nenang, memang menjadi momok bagi warga.
Parit yang tersumbat sedimentasi dan sampah menjadi biang keladinya, menghalangi arus air dan meluap ke rumah-rumah yang berada di dataran rendah. Melihat kondisi ini, Taufiqurahman tak tinggal diam.
Alih-alih mengandalkan kerja bakti konvensional yang seringkali dihadiri oleh segelintir warga saja, Taufiqurahman memiliki cara yang berbeda dan lebih efektif. Ia berkeliling dari rumah ke rumah, mengetuk pintu dan mengajukan permintaan dana seikhlasnya kepada warganya.
Dana yang terkumpul kemudian ia gunakan untuk mempekerjakan tenaga kerja yang ahli dalam pengerukan parit.
Dipandu langsung oleh Taufiqurahman, tiga hingga empat pekerja membersihkan kotoran lumpur dan berbagai sampah yang menyumbat parit sepanjang ratusan meter di kompleks perumahan tersebut.
Namun, yang lebih menginspirasi, Taufiqurahman sendiri tak segan untuk turun langsung ke dalam parit. Ia tampak bahu-membahu dengan para pekerja, mengangkut lumpur-lumpur ke atas gerobak motor untuk kemudian dibuang.
Bahkan, ia terlihat sibuk menghancurkan beton atau bangunan semen liar yang mempersempit aliran air di atas parit.
Pemandangan ini tentu berbeda dengan kerja bakti biasa. Warga perumahan, yang sebagian besar merupakan aparatur sipil negara (ASN), tidak perlu ikut berkotor-kotoran.
Mereka mempercayakan solusi banjir ini kepada inisiatif sang ketua RT dan beberapa pekerja yang telah dibayar.
"Inisiatif ini saya ambil setelah mempertimbangkan kalau saat kerja bakti, gotong-royong mengeruk parit, warga yang datang hanya itu-itu saja. Karena itu, dengan ditarik biaya ala kadarnya dan mempekerjakan orang justru semua parit bisa dibersihkan," tutur Taufiqurahman dengan sederhana.
Kegigihan dan pemikiran cerdas Taufiqurahman ini menjadi teladan yang patut dicontoh. Di tengah keterbatasan partisipasi fisik warga, ia mampu mencari solusi alternatif yang efektif dan efisien.
Dengan modal kepercayaan dan dana seikhlasnya dari warga, ia berhasil menggerakkan upaya pembersihan parit secara menyeluruh.
Ketua RT 11 ini berharap, inisiatifnya ini setidaknya dapat mengurangi risiko banjir yang selama ini menghantui warganya.
Semangat gotong royong yang ia tunjukkan, meski dalam bentuk yang berbeda, membuktikan bahwa kepedulian dan inovasi seorang pemimpin di tingkat akar rumput dapat membawa perubahan positif bagi masyarakatnya.
Taufiqurahman telah menunjukkan bahwa dengan kemauan dan akal, masalah banjir pun bisa diatasi.
Editor : Hernawati