KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Penajam Paser Utara (PPU), kembali menggelar Lomba Desa Tingkat Kabupaten 2025, dengan hadiah pembinaan mencapai puluhan juta rupiah.
Lomba tahunan ini merupakan program nasional yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan kota, hingga provinsi.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja desa sekaligus mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi desa.
Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati, mengatakan, hadiah pembinaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar desa-desa terus meningkatkan kinerjanya.
“Kami siapkan hadiah pembinaan bagi desa-desa terbaik dengan total puluhan juta rupiah. Juara 1 akan menerima Rp15 juta, juara 2 Rp10 juta, juara 3 Rp5 juta, dan juara harapan mendapatkan Rp1,5 juta. Ini sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan inovasi desa,” jelas Tita, Senin (26/5/2025).
Dia menjelaskan, tahun ini sebanyak delapan desa dari empat kecamatan terpilih untuk mengikuti Lomba Desa Tingkat Kabupaten PPU. Masing-masing kecamatan mengirimkan dua desa sebagai perwakilan, yaitu, Kecamatan Penajam yang diwakili Desa Giri Mukti dan Desa Sidorejo,
Kemudian Kecamatan Waru diwakili oleh Desa Api-Api dan Desa Sesulu. Kecamatan Babulu diwakilkan Desa Sumber Sari dan Desa Gunung Mulia, serta Kecamatan Sepaku yang mengusulkan Desa Wonosari dan Desa Binuang.
Dari delapan desa tersebut, empat besar akan dipilih untuk diverifikasi langsung di lapangan. Satu desa terbaik nantinya akan ditetapkan sebagai pemenang dan mewakili Kabupaten PPU pada Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juni 2025.
“Proses verifikasi akan segera dilakukan, agar kita bisa mengumumkan pemenangnya secepat mungkin. Desa yang menang bukan hanya mendapatkan penghargaan dan dana pembinaan, tapi juga kehormatan untuk membawa nama PPU di tingkat provinsi,” tambah Tita.
Lebih jauh, Tita menjelaskan bahwa selain aspek pemerintahan, lomba ini juga menilai kinerja desa dalam hal pemberdayaan masyarakat, pelibatan lembaga seperti Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), dan inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan adanya dukungan dan penghargaan dari pemerintah daerah, DPMD PPU berharap desa-desa di PPU mampu menjadi motor penggerak pembangunan dari bawah, sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Lomba Desa ini bukan hanya soal menang, tapi bagaimana desa bisa terus berkembang dan kreatif dalam membangun wilayahnya. Semoga dengan adanya hadiah dan kompetisi ini, semangat membangun desa bisa semakin tumbuh,” pungkas Tita. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo