Polsek Waru menegaskan komitmennya sebagai penggerak ketahanan pangan, memimpin sebuah inisiatif penanaman jagung yang melibatkan masyarakat dan lintas sektor di lahan seluas 5.000 meter persegi di Jalan Saida RT 013, Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU, Selasa (3/6).
Lahan milik warga bernama Adi Pratama tersebut, yang sebelumnya kosong, kini telah disulap menjadi "ladang harapan" yang menjanjikan.
Di bawah pengelolaan Kelompok Tani Sipatokong, lahan ini akan ditanami jagung pipil, varietas jagung yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Inisiatif strategis ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara.
Melalui Kapolsek Waru, Iptu Herwin, Polri secara nyata menunjukkan dukungannya terhadap program strategis nasional dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan di tingkat lokal.
Kegiatan penanaman jagung ini tidak hanya dihadiri oleh anggota kepolisian, tetapi juga menjadi ajang kolaborasi lintas sektor yang kuat.
Berbagai pihak turut menyumbangkan tenaga dan semangat, menciptakan atmosfer gotong-royong yang inspiratif.
Mereka yang hadir antara lain Rudiansyah (kasi Kessos Kecamatan Waru) yang mewakili pemerintah daerah; Sumarno (Balai Penyuluh Pertanian Petung) dan Evi Purwasih (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang membawa keahlian teknis pertanian.
Kemudian, Syamsiah (UPTD PTPH Pemprov Kaltim) yang merepresentasikan dukungan dari tingkat provinsi serta Bripka N Dalimunthe (Bhabinkamtibmas Waru) yang menjadi penghubung langsung dengan masyarakat.
Tidak ketinggalan, lima orang anggota Brigade Pangan juga turut serta, menunjukkan komitmen nyata terhadap keberhasilan program ini.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan hari ini kami menanam bukan hanya jagung, tapi juga semangat kolaborasi,” tegas Iptu Herwin di sela-sela kegiatan.
Ia menyoroti esensi kemitraan dalam mencapai tujuan bersama. Pernyataan ini menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa, melainkan sebuah gerakan yang bertujuan untuk mempererat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Ditekankannya pula, bahwa tanah yang dulunya tidak termanfaatkan kini menjadi simbol nyata kebangkitan dan optimisme. Ini adalah bukti bahwa dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang solid, tantangan krisis pangan dapat dihadapi dan diatasi bersama.
Suasana aman dan penuh kekeluargaan yang menyelimuti kegiatan penanaman jagung ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan menuju kemandirian pangan, serta pada akhirnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di wilayah hukum Polres PPU. (*)
Editor : Almasrifah