KALTIMPOST.ID, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan penebaran benih ikan nila di Kawasan Kampung Zakat Reborn (KZR) Sesumpu, Kecamatan Penajam, PPU, Rabu (4/6).
Penebaran benih dilakukan oleh Kepala Dinas Perikanan PPU, H. Rosihan Azward, didampingi oleh Kepala Bidang Perikanan, Musa. Sebagai bentuk dukungan lintas sektor, Kepala Kantor Kementerian Agama PPU, H. Muhammad Syahrir, juga hadir secara virtual melalui video call (panggilan video).
Hadir pula, Ketua Kampung Zakat Reborn Sesumpu, H. Agus Sukamto, yang menjadi penggerak berbagai program pemberdayaan di kawasan tersebut.
Tampak hadir pula pihak pemerintahan kelurahan Sesumpu. Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan PPU, H. Rosihan Azward menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan.
“Kami berharap penebaran benih ikan bisa menjadi langkah awal yang membawa manfaat berkelanjutan, terutama bagi warga sekitar KZR Sesumpu,” kata Rosihan Azward.
Ketua Kampung Zakat Reborn Sesumpu, H. Agus Sukamto, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menebar benih ikan, tapi juga menebar harapan bagi pemberdayaan umat dan penguatan ekonomi lokal,” kata Agus Sukamto.
Baca Juga: Kenapa Tanazul Batal? Ini Alasan di Balik Keputusan Mendadak Arab Saudi!
Senada dengan itu, H. Muhammad Syahrir, kepala Kantor Kementerian Agama PPU, dalam sambungan virtualnya menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga pemerintah dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program-program berbasis zakat, termasuk sektor produktif seperti perikanan.
Dikatakannya, bahwa kegiatan ini menjadi simbol nyata kolaborasi dan kepedulian lintas sektor dalam membangun kawasan pemberdayaan masyarakat yang berdaya saing dan berkelanjutan. ***
Editor : Dwi Puspitarini