KALTIMPOST.ID, Rencana pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) segera meluncurkan Program Lanjut Usia Berdaya (Sidaya) disambut dengan antusiasme tinggi oleh para lansia di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Program yang digadang-gadang akan memberikan berbagai manfaat, mulai dari layanan pemeriksaan kesehatan gratis hingga potongan harga untuk wisata lansia, dinilai menjadi angin segar bagi kelompok usia emas ini.
Program ini disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji dalam peringatan ke-29 Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 yang mengusung tema “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera”, di Jakarta, Selasa (3/6).
Menteri Wihaji menyebut, peluncuran itu akan dilakukan pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) mendatang.
Baca Juga: Makan Daging Berlebih saat Iduladha? Ini Cara Mudah Detoks Tubuh di Rumah
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) PPU 2024, persentase penduduk lansia (60 tahun ke atas) di Kabupaten PPU mencapai 8,48 persen dari total penduduk.
Secara numerik, jumlah lansia di kabupaten ini mencapai sekitar 16,88 ribu jiwa dari total 199,6 ribu jiwa penduduk PPU.
Angka ini menunjukkan bahwa sekitar seperduabelas penduduk PPU merupakan lansia, sehingga keberadaan program pemberdayaan seperti Sidaya menjadi sangat relevan.
Mayoritas penduduk PPU sendiri didominasi oleh usia produktif (15-59 tahun) yang mencapai 131,36 ribu jiwa (65,81 persen), disusul oleh usia anak-anak (0-14 tahun) sebesar 51,08 ribu jiwa (25,71 persen).
Meskipun demikian, pertumbuhan penduduk di PPU secara keseluruhan tergolong tinggi, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) lima tahun sebelumnya mencapai 4,4 persen. Hal ini turut berkontribusi pada peningkatan jumlah lansia yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Antusiasme para lansia di PPU terhadap program Sidaya ini sangat beralasan. “Saya sangat senang sekali mendengar kabar ini. Selama ini, kami para lansia sering merasa kurang diperhatikan. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis dan diskon wisata, tentu akan sangat membantu kami untuk tetap sehat dan aktif,” kata Siti, seorang lansia berusia 65 tahun yang tinggal di Penajam.
Senada dengan Siti, Gunawan, 70 tahun, juga mengungkapkan harapannya. “Program ini seperti doa kami yang terkabul. Kami ingin tetap merasa berdaya dan tidak hanya berdiam diri di rumah. Potongan harga untuk wisata juga sangat menarik, jadi kami bisa lebih sering jalan-jalan dan bersosialisasi,” katanya.
Meskipun tanggapan dari para lansia sangat positif, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Tohar, saat dikonfirmasi mengenai program yang akan diluncurkan ini, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dan pelaksanaannya terlebih dahulu.
Baca Juga: Kepala Desa Sebakung Jaya Mundur, Pilih Jadi PPPK Kemenag PPU
"Kami masih perlu mempelajari konsep kebijakan tersebut sampai dengan bagaimana implementasinya," kata Tohar, singkat, Minggu (8/6).
Pernyataan Sekkab Tohar menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam mempersiapkan program ini agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi para lansia.
Sembari menunggu petunjuk teknis lebih lanjut, semangat dan harapan para lansia di PPU menjadi pendorong utama agar Program Lanjut Usia Berdaya (Sidaya) segera terealisasi dan memberikan dampak positif yang nyata bagi kehidupan mereka.
Diharapkan, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup lansia, tetapi juga mendorong mereka untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. ***
Editor : Dwi Puspitarini