KALTIMPOST.ID, Kondisi lampu lalu lintas (traffic light) yang padam di sejumlah titik vital di Kota Penajam, ibu kota Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), telah berlangsung beberapa bulan ini dan menimbulkan kekhawatiran serius akan keselamatan pengguna jalan.
Keluhan ini disampaikan oleh Andi Nurhakim, sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gunakan Tenagamu untuk Rakyat (Guntur) PPU, yang kemudian mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU untuk segera bertindak.
Menurut Andi Nurhakim, beberapa lampu merah yang krusial di PPU sudah lebih dari satu bulan tidak berfungsi.
Titik-titik yang menjadi sorotan antara lain berada di depan Masjid Ar-Rahman, depan Pos Polisi Kilometer 2, dan depan Polres PPU, yang seluruhnya berada di Kecamatan Penajam.
“Padamnya traffic light di beberapa lokasi ini sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan pejalan kaki, pengendara roda dua, dan roda empat yang melintas di kawasan tersebut,” kata Andi Nurhakim saat menghubungi Kaltim Post, Sabtu (14/6).
Ia menambahkan bahwa titik-titik tersebut rawan sekali terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) akibat tidak adanya pengaturan yang jelas dari lampu merah.
Andi Nurhakim mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa kali menyampaikan hal ini ke Grup WhatsApp (WA) Suara Rakyat PPU, sebuah platform komunikasi yang di dalamnya terdapat beberapa pejabat teras Pemkab PPU dan anggota DPRD PPU.
Namun, ia menyayangkan kurangnya respons terhadap keluhannya. “Harapan saya sebagai masyarakat Penajam Paser Utara agar pihak Pemkab PPU bisa lebih merespons jika ada saran dan masukan dari warganya, apalagi ini sifatnya sangat serius demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Andi.
Masyarakat PPU, kata dia, kini menantikan perhatian khusus dan tindakan cepat dari Pemkab PPU untuk segera memperbaiki traffic light yang padam demi mencegah potensi kecelakaan dan menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan.
Beberapa warga saat ditemui media ini secara acak mengakui sangat khawatir saat melintasi di kawasan traffic light yang sudah lama tidak berfungsi itu. Kekhawatiran sangat beralasan saat mereka melewati kawasan lampu lalu lintas di depan Mapolres PPU di Jl. Provinsi, Km 9, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU.
“Kendaraan yang lewat di sini laju-laju,” kata Hendra sembari meminta agar lampu tiga warna merah, kuning, hijau itu untuk diaktifkan kembali agar tidak berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang tidak diharapkan.
Baca Juga: Jangan Asal Posting Foto Anak di Medsos! Ini Risiko Sharenting yang Perlu Diketahui Orang Tua
Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di lingkungan Pemkab PPU pun menyatakan kekhawatiran keselamatannya saat melintasi kawasan traffic light itu.
Alasannya, mereka harus ekstra waspada saat melintasi di jalan yang memiliki empat simpangan itu.
“Saat saya harus mendahulukan arus lalu lintas dari jalur utama, tiba-tiba saja, ada pengendara lain dari jalur lain yang juga menyerobot. Pokoknya harus ekstra hati-hati lah saat melintas di sini,” kata seorang PNS setelah melintasi kawasan traffic light depan Mapolres PPU itu, Sabtu (14/6).
Ia mengatakan, pulang dari kantornya karena ada pekerjaan. “Iya, sabtu PNS libur. Ini tadi saya dari kantor untuk menyelesaikan sisa pekerjaan,” ujarnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini