KALTIMPOST.ID, Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu (KCP) Paser baru-baru ini menggelar pertemuan evaluasi kerja sama dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di kantor Bulog Paser, Tanah Grogot.
Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi progres penyerapan padi petani serta memperkuat sinergi antara Bulog dan mitra penggilingan padi.
Menurut H Sayid Rahman, pengurus Perpadi PPU, hasil evaluasi tersebut menghasilkan beberapa poin penting.
Salah satunya adalah komitmen mitra Bulog untuk mempercepat proses penggilingan padi.
Hal ini diharapkan dapat mengatasi kendala di lapangan dalam penyerapan gabah dari petani.
Dalam pertemuan tersebut, para mitra juga menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam penyerapan padi, termasuk masalah listrik (PLN) untuk operasional penggilingan.
"Bulog Paser menyatakan akan mengakomodasi seluruh masukan dari Perpadi PPU dan berupaya menyampaikannya kepada Pemerintah Kabupaten PPU untuk mencari solusi bersama, " kata H Sayid Rahman, Minggu (22/6).
Selain itu, Bulog Paser mengharapkan revitalisasi penggilingan oleh para mitra agar kualitas dan kapasitas giling dapat meningkat.
Poin penting lainnya adalah penandatanganan kesanggupan oleh para mitra untuk menyelesaikan penggilingan hingga 21 Juli 2025.
Muhammad Mukhlis, perwakilan dari Bulog Paser, Minggu (22/6) menegaskan bahwa rapat evaluasi ini juga menjadi momentum untuk melanjutkan kerja sama dengan Perpadi PPU dalam hal pengumpulan padi petani.
"Harga yang kami acu tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yaitu Rp 6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) dari petani," ujar Mukhlis.
Melalui evaluasi dan kesepakatan ini, Bulog Paser dan Perpadi PPU berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyerapan padi petani, demi mendukung ketahanan pangan di wilayah Paser dan PPU.
Editor : Hernawati