Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kemenag PPU, H Agus Sukamto, menjelaskan, pembukaan nomor rekening pada bank dimaksudkan untuk menerima program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim berupa Program Gratispol Umroh dan Perjalanan Religi serta Jospol Insentif Guru.
“Jumlahnya yang saat ini sedang kami persiapkan pembukaan nomor rekening adalah marbut 44 orang, dan guru agama total 55 orang, yang 11 lainnya adalah guru agama non-Islam,” kata Plt Kasi Bimas Islam, Kemenag PPU, H Agus Sukamto, Jumat (4/7).
Sejauh ini, untuk menyambut program Pemprov Kaltim itu, Kantor Kemenag PPU telah mengumpulkan data sebagai penjaga rumah ibadah, yaitu 217 marbut masjid, 27 koster gereja, 1 pengurus pura.
Kemudian untuk klasifikasi guru agama dan pendidikan keagamaan yaitu 138 guru dari 14 pondok pesantren, 27 guru dari 7 Madrasah Diniyah Takmiliyah, 1.268 guru Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) dari 254 lembaga se-PPU.
Selain itu juga data guru madrasah yaitu 25 guru dari 5 raudhatul athfal (RA), 71 guru dari 6 madrasah ibtidaiyah (MI), 177 guru madrasah tsanawiyah negeri (MTsN).
Kepala Kantor Kemenag PPU, Muhammad Syahrir memberi apresiasi terhadap upaya Pemprov Kaltim kepada para penjaga nilai dan moral masyarakat, khususnya marbut masjid, guru agama, dan penjaga rumah ibadah lainnya.
Bentuk penghargaan ini telah diwujudkan oleh Pemprov Kaltim melalui program Gratispol Umroh dan Perjalanan Religi serta Jospol Insentif Guru.
Ia menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, atas kepedulian mereka terhadap tokoh agama, khususnya di PPU.
“Kami sangat bersyukur dengan kabar gembira ini,” kata Kepala Kantor Kemenag PPU, Muhammad Syahrir, Selasa (1/7).
Sebelumnya, pada Rabu (25/6) pagi, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa program tersebut adalah wujud penghargaan atas dedikasi para penjaga rumah ibadah.
“Peran mereka sangatlah vital sebagai penjaga nilai-nilai kebaikan dan pemelihara moral masyarakat,” kata Seno Aji saat penyerahan penghargaan pada hari itu.
Acara penyerahan penerima program Gratispol dan Jospol ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah nyata dalam mengapresiasi mereka yang telah mengabdi dengan tulus.
Program ini akan dilaksanakan secara bertahap setiap tahun, dengan target ribuan marbut atau penjaga rumah ibadah dapat menikmati program umrah dan perjalanan religi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Meskipun program ini gratis, proses seleksi tetap dilakukan secara ketat. Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kantor Wilayah Kementerian Agama akan aktif melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa penerima terpilih adalah marbot masjid yang terdaftar dan memiliki surat keputusan (SK) dari masjid masing-masing di Kaltim.
Muhammad Syahrir berharap bantuan ini dapat meningkatkan motivasi dan semangat para guru di bawah naungan Kementerian Agama dalam mencerdaskan anak bangsa.
Sementara itu, Kantor Kemenag Kabupaten Paser melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam telah melaksanakan kegiatan pendataan dan verifikasi berkas untuk program Umroh Gratispol bagi marbut dan imam masjid se-Kabupaten Paser, pada Kamis (3/7) siang.
Kegiatan yang dilangsungkan di Kantor Kemenag Kabupaten Paser ini dihadiri oleh para marbut dan imam masjid dari seluruh kecamatan di Kabupaten Paser.
Proses pendataan dilakukan secara langsung oleh petugas dari Seksi Bimas Kemenag, guna memastikan kelengkapan dan validitas dokumen peserta.
Sebanyak 116 orang mengikuti kegiatan ini sebagai calon peserta program Umroh Gratispol, yang merupakan salah satu program unggulan Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para marbut dan imam masjid dalam menjaga dan memakmurkan rumah ibadah.
Setelah melalui proses verifikasi, peserta difasilitasi untuk melakukan pembukaan rekening oleh pihak Bank Kaltimtara, yang secara langsung hadir dan memberikan layanan di lokasi kegiatan.
Rahmatiyah, seksi Bimas Kemenag Kabupaten Paser dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (4/7) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal dari pelaksanaan program Umroh Gratispol, dan itu akan terus mendampingi proses hingga para peserta benar-benar diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Program ini adalah bentuk yang diberikan pemerintah kepada para marbut dan imam masjid yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan para peserta dapat menunaikan ibadah umroh dengan khusyuk,” kata Rahmatiyah.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang merasa sangat terbantu dan berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah serta sinergi antara kementerian. (*)
Editor : Almasrifah