KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan komitmennya untuk mendorong isu-isu strategis terkait keluarga berkualitas. Termasuk kesetaraan gender dan masyarakat inklusif agar masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PPU 2025–2029.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD PPU, Sujiati, menilai bahwa ketiga isu tersebut merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan di tengah transformasi wilayah yang kini menjadi bagian dari kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Keluarga berkualitas itu lingkungan pertama bagi individu dalam membentuk karakter yang tangguh, berpendidikan, dan menjunjung tinggi nilai kesetaraan," ujarnya, ketika menyampaikan pandangan umum Fraksi Partai Gerindra, DPRD PPU, dalam rapat paripurna, Selasa (8/7).
Menurutnya, kesetaraan gender juga menjadi kunci penting dalam membuka akses yang sama bagi laki-laki maupun perempuan di berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, hingga partisipasi sosial. Sementara itu, keberadaan masyarakat inklusif mencerminkan lingkungan sosial yang terbuka dan menerima keberagaman.
“Ini semua harus dipastikan tidak sekadar menjadi wacana, tapi masuk dalam arah kebijakan resmi pemerintah daerah, khususnya dalam RPJMD. Tidak boleh ada kelompok yang tertinggal atau terpinggirkan dalam pembangunan,” tegas Sujiati.
Ia menyampaikan kebanggaannya karena Fraksi Gerindra menjadi satu-satunya fraksi di DPRD PPU yang memiliki representasi perempuan yang aktif dan vokal dalam memperjuangkan isu-isu strategis tersebut.
"Izin sedikit berbangga. Kalau dibilang sombong ya mungkin, tapi ini bukan kesombongan. Fraksi Gerindra memiliki perempuan hebat dan andal, dan kami membuktikan bisa bersaing secara kompetitif," kata Sujiati dengan nada semangat.
Sujiati berharap ke depan, kesadaran dan dukungan terhadap isu-isu kesetaraan dan inklusi semakin meningkat, baik dari sesama anggota DPRD maupun dari jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, PPU sebagai daerah strategis penyangga IKN harus memberi contoh tentang pentingnya pembangunan yang adil, setara, dan menyeluruh. (*)
Editor : Ery Supriyadi