Program strategis yang telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut ini menunjukkan peningkatan signifikan setiap tahunnya.
Baik dalam jumlah peserta maupun ragam disiplin ilmu, mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyediakan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi generasi muda PPU.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setkab PPU, Nicko Herlambang, Selasa (22/7) mengungapkan, melalui seleksi ketat, 10 siswa berprestasi dari tiga SMA di PPU berhasil lolos afirmasi dan akan menempuh studi di UGM pada berbagai bidang kritikal pembangunan daerah.
Dia merinci dari SMAN 4 PPU terpilih dari jalur afirmasi, masing-masing Muhammad Lailatul Akbar yaitu D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat; Muhammad Kelvian Rossy: S1 Matematika; Pani Agnia Nur Sofwa: S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian; Matsna Nadzifa Lubis: D4 Pembangunan Ekonomi Kewilayahan; Raihan Lutpi Irwana: D4 Akuntansi Sektor Publik.
Siswa SMAN 2 PPU lolos seleksi yaitu Muhammad Handika Saputra: S1 Kedokteran Gigi; Khayla Syakkirah: D4 Manajemen Informasi Kesehatan; Andi Muhammad Ridho Rizkullah: D4 Akuntansi Sektor Publik.
Kemudian, SMAN 1 PPU lolos seleksi yaitu Mujanibah Dzatil Izzah: S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian; Dheta Dwi Hartanti: S1 Kedokteran Gigi. “Program afirmasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik PPU, dengan fokus pada bidang-bidang prioritas,” kata Nicko Herlambang.
Selanjutnya dia menguraikan teknologi dan infrastruktur (Teknik Alat Berat, Teknologi Pangan) guna mendukung industrialisasi daerah. Kesehatan masyarakat (Kedokteran Gigi, Manajemen Informasi Kesehatan) untuk peningkatan layanan publik.
Pengembangan ekonomi (Akuntansi Sektor Publik, Ekonomi Kewilayahan) guna memperkuat tata kelola pemerintahan. Pertanian dan analisis kebijakan (Penyuluhan Pertanian, Matematika) sebagai fondasi ketahanan pangan dan perencanaan pembangunan.
Dikatakannya, selama tiga tahun pelaksanaan, program ini telah menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Misalnya, jumlah penerima meningkat rata-rata dari tahun pertama hanya diterima 1 siswa, tahun kedua diterima 4 siswa dan tahun ketiga diterima 10 siswa dengan diversifikasi bidang studi yang semakin relevan bagi pembangunan PPU.
Dalam kaitan ini, lanjut Nicko Herlambang, pemerintah daerah tidak hanya memfasilitasi jalur afirmasi, tetapi juga menyediakan pendampingan beasiswa selama proses belajar di UGM untuk menjamin kontribusi lulusan di PPU.
Kerjasama dengan UGM sebagai universitas terbaik nasional memperkuat integrasi kebijakan daerah dengan agenda SDM Indonesia unggul.
Sementara itu, Bupati PPU, Mudyat Noor, saat menerima para siswa yang diterima melalui program afirmasi UGM, di ruang kerjanya, baru-baru ini menegaskan, program afirmasi ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab PPU tidak hanya berkomitmen pada pemerataan pendidikan, tetapi juga pada penciptaan talenta-talenta strategis yang akan memimpin transformasi ekonomi, kesehatan, dan teknologi di tanah Benuo Taka, PPU.
“Keberhasilan para peserta tahun 2025/2026 adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan PPU sebagai episentrum SDM unggul Kalimantan Timur. Melalui afirmasi pendidikan, kami membangun masa depan PPU yang berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan,” kata Mudyat Noor. (*)
Editor : Almasrifah