Dengan mengusung tema nasional “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat, kesadaran, dan kebanggaan sebagai generasi penerus bangsa di kalangan siswa.
Kegiatan diawali sejak pagi hari dengan salat sunah dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh pelajar, dewan guru, serta staf tata usaha.
Suasana khidmat terasa begitu dalam ketika para pelajar dengan tertib melaksanakan ibadah sunah tersebut, sebagai bentuk pendekatan spiritual dan rasa syukur atas anugerah kehidupan dan masa depan yang diberikan Allah SWT.
Usai pelaksanaan salat dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk anak-anak madrasah.
Dalam lantunan doa yang dipimpin Heriamo, para pelajar dan guru mengumpulkan harapan dan permohonan kepada Allah SWT agar seluruh siswa MTsN 1 PPU selalu diberikan kekuatan, kecerdasan, dan kebaikan dalam menempuh pendidikan serta membangun karakter yang tangguh menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.
Kepala MTsN 1 PPU, Syamsul Arifin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial peringatan, namun merupakan momen refleksi bagi seluruh elemen pendidikan untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, mendidik dengan hati, dan membina anak-anak dengan penuh kasih sayang.
“Madrasah anak-anak adalah aset bangsa. Mereka bukan hanya generasi penerus, tetapi juga penentu masa depan negeri ini. Maka dari itu, penting bagi kita semua, para pendidik dan orang tua, untuk membimbing dan menemani mereka dengan penuh cinta dan tanggung jawab,” kata Syamsul Arifin.
Dia juga menambahkan bahwa tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi pengingat bahwa keberhasilan Indonesia di masa depan tidak lepas dari pelatihan karakter dan kualitas anak-anak sejak dini.
Sebagai bentuk keakraban dan kebersamaan, rangkaian acara ditutup dengan kegiatan makan bersama antara pelajar dan dewan guru.
Hidangan sederhana namun penuh makna tersebut menjadi simbol kebersamaan, kehangatan, dan kekeluargaan di lingkungan madrasah. Para pelajar tampak menikmati momen tersebut dengan penuh keceriaan, saling berbagi makanan, dan bercengkerama dengan guru-guru mereka.
Tidak sedikit pelajar yang mengungkapkan rasa bahagia mereka mengikuti kegiatan ini. Salah satu pelajar kelas 8, Zahra Nur Afifah, mengatakan bahwa momen seperti ini membuatnya merasa lebih dekat dengan teman dan guru-guru.
“Saya senang karena bisa berdoa bersama dan makan bersama teman-teman dan guru-guru. Semoga kami bisa menjadi anak-anak hebat seperti tema hari ini,” katanya dengan senyum lebar.
Peringatan Hari Anak Nasional 2025 di MTsN 1 PPU ini tidak hanya menjadi seremonial ajang, melainkan juga sarat akan nilai-nilai spiritual, karakter pendidikan, dan pembentukan budaya positif di lingkungan madrasah.
Dengan mengedepankan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, MTsN 1 PPU berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan cinta tanah air.
Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak madrasah semakin termotivasi untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 — sebuah visi besar bangsa yang dimulai dari langkah kecil hari ini di lingkungan madrasah tercinta. (*)
Editor : Almasrifah