K3M ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) PPU, Muhadi dan kepala madrasah negeri/swaatsa se- PPU yang bertempat di MTs Bina Ul Muhajirin, Kecamatan Babulu, Kamis (24/7).
Dalam forum yang disampaikan oleh Muhadi, disampaikan bahwa program CKG merupakan agenda prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto akan menyasar pelajar dari berbagai jenjang pendidikan madrasah formal dan non formal.
Program ini dimulai sejak Juli 2025 dan akan diluncurkan secara resmi oleh Bupati PPU, Mudyat Noor pada awal Agustus 2025.
Sebanyak 2.581 pelajar madrasah menjadi sasaran sasaran, terdiri dari 366 pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI), 1.637 pelajar MTs, dan 578 siswa Madrasah Aliyah (MA).
Pelaksanaannya bekerja sama dengan puskesmas terdekat, dengan dukungan penuh dari Kantor Kemenag PPU yang akan melakukan pendampingan di lapangan.
Muhadi dalam penyampaiannya menekankan kesiapan teknis madrasah, mulai dari penyediaan ruang pemeriksaan, berupa pengawasan kesehatan, hingga pengugasan guru pendamping.
Guru PJOK bahkan dianjurkan untuk mendukung pengukuran kebugaran siswa. Selain CKG, ia juga menambahkan informasi terkait penyaluran insentif provinsi (Gratisspool) bagi guru non-ASN.
Sebanyak 159 guru madrasah di Kabupaten PPU yang memenuhi kriteria telah diusulkan sebagai penerima insentif, dengan rincian dari RA, MI, MTs, dan MA.
Persyaratannya mencakup pendidikan minimal S1, masa kerja dua tahun, terdaftar di Educational Management Information System (EMIS), serta memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) atau Nomor Pendidik Kemenag (NPK).
Meski diinisiasi oleh K3M, pertemuan juga menjadi ajang strategi bagi kasi Penmad, Kemenag PPU, untuk mensosialisasikan berbagai agenda penting lainnya, misal pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penyusunan video profil madrasah, hingga pembaruan kebijakan pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Dengan semangat kolaborasi dan koordinasi lintas lembaga, kegiatan dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan madrasah yang sehat, berkualitas, dan profesional. (*)
Editor : Almasrifah