PENAJAM - Inovasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) dengan program layanan yang diberi nama Sapa Ramah, kependekan dari Siap Antar Pasien Sehat Pulang ke Rumah, mendapatkan apresiasi Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.
Apresiasi disampaikannya saat ia meresmikan program ini di sela acara Pentas Seni dan UMKM di Alun-alun Penyembolum, Jalan Propinsi, Km 9, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, Sabtu (2/8) malam. Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata dari semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Program ini hadir untuk memastikan pasien yang sembuh dapat diantar pulang ke rumah dengan aman, nyaman, dan manusiawi, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses transportasi,” kata Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. “Semoga program ini dapat membantu masyarakat dan mewujudkan Kabupaten PPU menjadi lebih baik, lebih sehat, dan humanis,” tambahnya.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin beserta istri, Sekretaris Kabupaten yang juga Ketua Dewan Pengawas RSUD RAPB, H Tohar beserta istri, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Muhajir; serta perwakilan unsur forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif rumah sakit pelat merah ini untuk meningkatkan pelayanan, khususnya untuk pasien yang telah selesai menjalani perawatan, dan dinyatakan sembuh.
“Kami telah melakukan uji coba program ini sejak tahun 2023. Tahun 2025 ini, kami merasa siap untuk meluncurkan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat,” kata Lukasiwan Eddy Saputro.
Ia kemudian menjelaskan latar belakang program ini, yaitu banyak pasien, terutama dari kalangan kurang mampu atau yang tinggal di daerah pelosok, kesulitan transportasi saat akan pulang ke rumahnya.
Mereka, kata dia, seringkali harus menunggu jemputan atau transportasi umum seperti taksi atau ojek, yang terkadang memakan waktu lama. Hal ini menyebabkan pasien berbaring di lobi rumah sakit dan menimbulkan ketidaknyamanan.
“Melalui program Sapa Ramah, kami ingin memastikan bahwa pasien yang sudah dinyatakan sehat secara medis bisa segera diantar pulang dengan aman dan nyaman, tanpa harus menunggu lama,” tegasnya.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan transportasi gratis setelah menjalani rawat inap. Lukasiwan menambahkan bahwa program ini sejalan dengan kegiatan sosial rumah sakit lainnya, seperti khitanan massal yang rutin diadakan setiap bulan.
Program Sapa Ramah ini, seperti dilansir sebelumnya, mendapat tanggapan positif dari warga, terutama bagi pasien yang telah merasakan langsung manfaat dari program ini. Salah satu warga, Siti (45), yang baru saja pulang dari rawat inap mengungkapkan rasa syukurnya.
“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya program ini. Saya tidak punya keluarga di sini, jadi kalau mau pulang bingung. Alhamdulillah, ada Sapa Ramah yang mengantar saya sampai ke rumah dengan selamat,” tutur warga yang tinggal di Kecamatan Waru itu.
Warga lain, Budi (50), yang merupakan keluarga dari pasien yang telah pulang, juga mengapresiasi program ini. “Kami sangat senang dengan program ini. Pasien yang sudah sembuh tidak perlu lagi bingung memikirkan biaya transportasi. Apalagi bagi warga yang kurang mampu, program ini sangat membantu meringankan beban mereka," ujarnya.
Beberapa warga juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan armadanya dapat diperbanyak. “Semoga program ini bisa terus ada dan armadanya bisa ditambah, agar semakin banyak pasien yang bisa terbantu," kata seorang warga lainnya, Agus (55). (*)
Editor : Sukri Sikki