Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Upacara Belian Paser, Tradisi Pengobatan dan Pembersihan Kampung yang Masih Terjaga

Ari Arief • Senin, 11 Agustus 2025 | 09:42 WIB
DILESTARIKAN: Ritual tradisi pengobatan dan pembersihan kampung dilestarikan dengan berbagai cara, di antaranya, ditetapkannya menjadi salah satu festival tahunan yang diselenggarakan. (Ist)
DILESTARIKAN: Ritual tradisi pengobatan dan pembersihan kampung dilestarikan dengan berbagai cara, di antaranya, ditetapkannya menjadi salah satu festival tahunan yang diselenggarakan. (Ist)

KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Tradisi Belian Paser, ritual adat Suku Paser di Kalimantan Timur, masih terus dilestarikan hingga kini.

Itu bukan hanya sekadar upacara, melainkan perpaduan antara pengobatan tradisional, pembersihan kampung dari energi negatif, dan ekspresi nilai-nilai budaya leluhur.

Menurut Paidah Riansyah, seorang pemerhati budaya dan sejarah Paser sekaligus Pengurus DPD Lembaga Adat Paser (LAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di bidang kebudayaan dan pariwisata, Senin (11/8), menuturkan, Belian merupakan ritual adat yang bertujuan menyembuhkan penyakit yang diyakini berasal dari gangguan makhluk halus.

Lebih dari itu, ritual tersebut juga berfungsi membersihkan desa dari roh jahat atau bala yang dipercaya dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

Upacara Belian terdiri dari beberapa jenis, masing-masing dengan nama dan tujuan yang spesifik. Beberapa di antaranya yaitu Benyaru, Besipung, Besawet, Buat Kokat, Melas Taon, Nondoi, Buntang, Nalin Bulan, dan Nalin Taun.

Secara lebih mendalam, Belian Nondoi merupakan salah satu jenis Belian yang memiliki tingkatan paling tinggi. Ritual itu dilaksanakan selama delapan hari delapan malam dan membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan jenis Belian lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Belian melibatkan berbagai unsur seperti "Mulung" (dukun), pemusik, dan penggading. Setiap unsur, mulai sesajen hingga tata cara pelaksanaan, memiliki makna simbolis yang mendalam. Ritual itu merefleksikan nilai-nilai moral, religius, keindahan, dan sosial yang dipegang teguh masyarakat Paser.

Saat ini, tradisi Belian Paser juga menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya Suku Paser dan menjadi daya tarik wisata di Kabupaten PPU. Salah satu bentuk pelestarian itu melalui Festival Belian Adat Paser Nondoi, sebuah perayaan yang menjadi agenda tahunan dan turut mempromosikan kekayaan budaya lokal.

Dikatakannya, bahwa dengan terus dilestarikannya Belian Paser, di antaranya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, warisan budaya yang berharga itu akan terus hidup dan menjadi identitas yang membanggakan bagi masyarakat Suku Paser. (*)

Editor : Dwi Restu A
#paser #tradisi #belian #Penajam Paser Utara (PPU) #budaya