KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Polsek Waru, Polres Penajam Paser Utara (PPU), tak sekadar menjaga keamanan, tetapi juga ambil bagian dalam melestarikan budaya lokal.
Komitmen ini terwujud dalam kehadiran mereka di Festival Seni Budaya Sedekah Bumi dan Panen Raya Padi di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Senin (11/8).
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan warga yang memadati tempat berlangsungnya acara.
Kapolsek Waru Iptu Herwin yang mewakili Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, dan beberapa anggotanya hadir mengikuti prosesi kegiatan ini.
Mereka tidak hanya berperan sebagai tamu, tetapi juga menjaga keamanan acara yang diadakan di area sawah Jl. PU, RT 008, Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru.
Festival ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk bersyukur atas hasil panen dan mempererat kebersamaan.
Acara diawali dengan arak-arakan tumpeng, pembukaan resmi, dan pertunjukan seni dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Koordinator Kecamatan (Korcam) Waru serta grup Robana Islami.
Kapolsek Waru Iptu Herwin menyampaikan apresiasi dari Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara kepada masyarakat Desa Bangun Mulya atas upaya melestarikan tradisi sedekah bumi.
Menurutnya, tradisi ini adalah wujud syukur, sarana mempererat silaturahmi, dan penjaga semangat gotong royong.
Selain Polsek Waru, festival ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Wakil Ketua I DPRD PPU Syahruddin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU Mulyono, Danramil 0913-02 Waru Kapten Arsyad, serta perwakilan dari kecamatan, desa, tokoh adat, tokoh agama, kelompok tani, dan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan panen raya padi simbolis, doa bersama, pemotongan tumpeng, dan ramah tamah. Berkat sinergi antara panitia, masyarakat, dan pengamanan Polsek Waru, seluruh acara berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. (*)
Editor : Duito Susanto