KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Inovasi dan dedikasi seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) membuahkan hasil. Masrani, yang saat ini menjabat kepala Bidang Pertanahan dan Permakaman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) PPU, baru-baru ini menerima piagam penghargaan bergengsi dari Kesultanan Paser.
Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Sultan Paser Muhammad Alamsyah II, SPYM. Dr. Hc. Aji Muhammad Jarnawi, sebagai pengakuan atas karyanya menciptakan pot bunga berbentuk Solong (Lanjong) Paser. Pot-pot bunga unik ini ditempatkan di kantor-kantor lingkungan Pemkab PPU untuk melestarikan kearifan lokal.
Solong atau Lanjong adalah motif khas Paser yang memiliki makna mendalam. Dengan mengadaptasi bentuk ini menjadi pot bunga, Masrani tidak hanya berinovasi dalam hal penghijauan, tetapi juga turut serta dalam melestarikan budaya lokal.
Baca Juga: Asisten I Nyatakan Pemekaran Wilayah di PPU untuk Menyesuaikan Diri dengan IKN
“Saat ini saya sudah membuat 22 pot dan akan terus bertambah. Saya akan sebarkan di beberapa tempat. Semoga upaya pelestarian kearifan lokal ini disambut baik oleh pemerintah PPU,” kata Masrani kepada Kaltim Post, Minggu (17/8).
Di luar kesibukannya sebagai ASN, Masrani dapat dibilang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap lingkungan. Ia memanfaatkan lahan seluas 15 x 40 meter persegi miliknya di Jl. H Muhammad Kasim, RT 1, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, untuk membangun sebuah kios perkebunan.
Kios ini menjadi pusat pembudidayaan berbagai jenis bibit buah dan bunga. “Saya ingin menghijaukan Penajam Paser Utara, minimal saat ini menghijaukan Penajam sebagai ibu kota PPU,” katanya saat suatu ketika ditemui di kiosnya, Kamis (6/2).
Tak hanya sebagai tempat menyalurkan hobi, kios ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Masrani kerap membagikan bibit tanaman secara gratis kepada warga yang ingin berpartisipasi dalam upaya penghijauan. Bibit yang dikembangkan pun beragam, mulai dari rambutan, jambu air, jambu kristal, mangga, hingga bunga-bunga seperti asoka dan melati China.
Dedikasi Masrani terhadap lingkungan ini telah diakui sejak lama. Pada tahun 2021, saat masih menjabat sebagai Lurah Jenebora, ia diganjar penghargaan Lurah Peduli Lingkungan oleh Pemkab PPU.
Baca Juga: Nenang PPU, Titik Awal Perjuangan di Kaltim, Monumen Pengibaran Bendera Dibiarkan Terlantar?
Ambisi Masrani untuk menghijaukan Penajam tidak berhenti sampai di situ. Ia kini berkolaborasi dengan pihak Sekolah Islam Terpadu di daerahnya untuk menyulap lingkungan sekolah menjadi pusat belajar yang asri.
“Untuk saat ini, saya sudah siapkan 50 pot bunga yang diisi berbagai jenis bunga. Pot-pot ini saya wakafkan untuk Sekolah Islam Terpadu Penajam sebagai percontohan,” jelas Masrani.
Secara bertahap, lahan sekolah akan ditanami berbagai jenis bunga yang akan memperindah pemandangan, serta tanaman buah yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh para siswa. Upaya ini pun telah menarik perhatian dari pihak lain. “Alhamdulillah, saya sudah mendapat banyak kontrak dari beberapa kantor perbankan,” imbuhnya.
Di akhir wawancara kala itu, Masrani berharap inisiatifnya dapat menginspirasi lebih banyak ASN. “Saya berharap akan semakin banyak ASN yang peduli terhadap lingkungan. Dengan begitu, PPU akan menjadi daerah yang hijau dan nyaman untuk ditinggali,” tandasnya. (*)
Editor : Muhammad Rizki