Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Penyambungan Listrik Perpadi PPU Capai Kesepakatan, Revitalisasi Penggilingan Padi Kian Terwujud

Ari Arief • Kamis, 21 Agustus 2025 | 12:03 WIB

 

ilustrasi
ilustrasi

PENAJAM - Upaya Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) Penajam Paser Utara (PPU) untuk mendapatkan sambungan listrik baru akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui serangkaian proses, pertemuan antara Perpadi dan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Balikpapan pada 6 Agustus 2025 menghasilkan kesepakatan yang mengakhiri penantian panjang para pengusaha penggilingan padi di PPU.

Pertemuan yang dilakukan melalui konferensi video WhatsApp (WA) ini dihadiri oleh perwakilan PLN UP3 Balikpapan dan Perpadi. Sayid Rahman mewakili Perpadi, sementara dari pihak PLN hadir Arief Prastyanto (Manager UP3), Tia Wulan Sari (ASMAN NPS), Bambang Hermanto (ASMAN REN), dan Retno Wulandari (Manager ULP Petung, PPU). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari permohonan Perpadi yang sebelumnya sempat terhambat, seperti dilansir media ini sebelumnya.

Dalam pertemuan tersebut, PLN menyatakan kesiapannya untuk melayani kebutuhan listrik Perpadi dengan skema layanan prabayar, cicilan selama 16 bulan, dan daya maksimal 33 kVA. Pihak Perpadi menyanggupi skema ini dan bersedia bertanggung jawab atas segala risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari tanpa membebankan kepada PLN.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang mungkin melebihi 33 kVA, PLN menyarankan Perpadi untuk membagi beban penggunaan. Perpadi diwajibkan untuk melakukan pemisahan instalasi serta menyiapkan Nomor Identitas Instalasi (NIDI) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) sesuai jumlah meter kWh yang dibutuhkan. Perpadi juga menyatakan kesediaannya untuk memenuhi semua persyaratan teknis ini.

Di sisi lain, PLN menegaskan bahwa batas maksimal daya untuk layanan prabayar adalah 33 kVA dan PLN tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kendala yang timbul jika terjadi gangguan teknis di kemudian hari. Sayid Rahman atas nama Perpadi PPU pun menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan surat tersebut sesuai ketentuan yang diminta. “Kami siap, dan saat ini sedang menunggu tindak lanjut konkret di lapangan,” kata Sayid Rahman, Kamis (21/8).

Kesepakatan ini, lanjutnya, membuka jalan bagi para pengusaha penggilingan padi di PPU untuk merevitalisasi operasional mereka, beralih dari energi diesel ke tenaga listrik yang lebih bersih dan modern. Transformasi energi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung program ketahanan pangan nasional. (*)

Editor : Sukri Sikki
#perpadi #ppu #listrik pln