KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Ketua Komite Sekolah Dasar (SD) Islam Al-Muzzammil/Hidayatullah, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Yunus, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU.
Perbaikan jalan sepanjang total 500 meter di lingkungan sekolah yang menghubungkan asrama putra dan putri telah rampung dikerjakan. Langkah ini disambut gembira karena sangat mempermudah mobilitas siswa dan pengajar.
Jalan yang diperbaiki mencakup jalur masuk dan keluar sepanjang kurang lebih 180 meter, serta jalan penghubung asrama putra dan putri sepanjang sekitar 320 meter.
Kondisi jalan yang sebelumnya mungkin kurang layak, kini telah mulus berkat respons cepat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Bidang Bina Marga.
“Kami selaku ketua Komite SD Islam Al-Muzzammil/Hidayatullah mengajukan permohonan ke dinas PUPR, dan alhamdulillah direspons dengan baik serta langsung dieksekusi,” kata Muhammad Yunus, Senin (25/8).
“Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah sangat peduli dengan pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren,” tambahnya. Yunus juga berharap perbaikan ini menjadi langkah awal.
Ke depannya, ia sangat menantikan bantuan untuk peningkatan jalan secara permanen, seperti rigid beton, agar jalan tersebut lebih kokoh dan tahan lama.
RUANG KELAS BARU
Namun, di balik kebahagiaan atas perbaikan infrastruktur jalan, Pondok Pesantren Hidayatullah Penajam, yang menaungi SD Islam Al-Muzzammil, menghadapi tantangan lain. Muhammad Yunus mengungkapkan bahwa saat ini sekolah kekurangan ruang kelas baru (RKB).
Sementara itu, antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di pesantren ini sangat tinggi. “Ini adalah program komite sekolah yang sangat kami harapkan bantuannya, baik dari pemerintah daerah maupun provinsi. Kami sangat membutuhkan pembangunan RKB,” jelas Yunus.
Kekurangan ruang belajar ini menjadi isu krusial yang dapat menghambat penerimaan siswa baru, meskipun minat masyarakat terus meningkat. Yunus menambahkan bahwa fenomena ini mencerminkan kesadaran orang tua akan pentingnya membekali anak-anak dengan ilmu agama sejak dini.
“Mungkin semua menyadari pentingnya anak dibekali ilmu agama sejak dini agar tidak dikalahkan dengan pengaruh global melalui gawai (gadget),” imbuhnya. Peran pesantren sebagai benteng moral dan keilmuan dianggap semakin relevan di tengah pesatnya arus informasi digital.
Permohonan pembangunan RKB ini tidak hanya bertujuan untuk menampung lebih banyak siswa, tetapi juga untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga. Kolaborasi antara sekolah, komite, dan pemerintah menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini.
Keberhasilan perbaikan jalan menunjukkan sinergi yang baik, dan diharapkan hal serupa dapat terwujud untuk pembangunan RKB, demi masa depan pendidikan yang lebih baik di PPU. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo