Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bocah Tanpa Lubang Anus, Kini Punya Harapan Berkat Kepedulian RSUD dan Masyarakat

Ari Arief • Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:32 WIB

Humas dan Promosi RSUD RAPB PPU, Nurdin saat mengunjungi Mutiara, bocah usia 7 tahun di Panti Asuhan Raudhatul Jannah, Perum Perusda Km 9, Penajam.
Humas dan Promosi RSUD RAPB PPU, Nurdin saat mengunjungi Mutiara, bocah usia 7 tahun di Panti Asuhan Raudhatul Jannah, Perum Perusda Km 9, Penajam.
 

PENAJAM - Membaca berita tentang derita Mutiara, bocah berusia 7 tahun asal Penajam Paser Utara (PPU) yang terlahir tanpa lubang dubur membuat manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU bergerak.

Humas dan Promosi RSUD RAPB PPU, Nurdin, langsung mendatangi tempat gadis kecil ini diasuh di bawah naungan Yayasan Al Kautsar/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)  Panti Asuhan Raudhatul Jannah di Perum Perusda Km 9, RT 08, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU.

“Pak direktur kami memerintahkan kepada saya untuk menelusuri sejauhmana penanganan medis yang telah diterima oleh anak ini. Untuk selanjutnya nanti dijadikan dasar untuk upaya penanganannya lebih lanjut,” kata Nurdin saat mendatangi Kaltim Post, Kamis (28/8).

Dikatakannya, ia telah mengumpulkan riwayat penanganan kesehatan Mutiara, dan selanjutnya anak tersebut segera dibawa ke RSUD RAPB PPU untuk ditangani dan dirujuk untuk dilakukan operasi anoplasti perineal. Berdasarkan bahasa medis, operasi ini dilakukan untuk membuat lubang anus pada posisi yang tepat dan menyambungkannya dengan rektum. Prosedur ini dikenal juga dengan nama PSARP (Posterior Sagittal Anorectoplasty) atau Anorektoplasti Sagital Posterior.

“Fasilitas BPJS Kesehatan yang bersangkutan masih aktif. Kami berencana merujuk anak ini untuk dilakukan operasi ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Hanya, saat ini, yang masih dipikirkan adalah biaya transportasi, akomodasi, dan biaya-biaya lainnya yang tidak terduga selama anak menjalani perawatan,” tutunya.

Pihaknya sudah menghubungi Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) PPU untuk bisa memberikan bantuan berupa dana, dan pihak Baznas PPU telah menyanggupi. Terlebih, kata Nurdin, persoalan Mutiara ini menjadi atensi tersendiri dari Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. “Pak Wabup secara khusus telah menghubungi direktur kami untuk penanganan lebih lanjut mengenai Mutiara ini,” katanya.

Diwartakan sebelumnya, di balik mata Mutiara yang berbinar, tersimpan kisah perjuangan hidup yang tidak mudah. Sejak lahir, gadis berusia 7 tahun asal PPU ini harus menghadapi kenyataan pahit. Ia terlahir tanpa lubang dubur. Kondisi ini membuat Mutiara harus menjalani operasi saat ia baru berusia satu minggu untuk membuat saluran pembuangan kotoran sementara di perutnya.

Hidup Mutiara penuh dengan tantangan. Kedua orang tuanya telah berpisah sejak ia lahir, dan ia tinggal bersama sang nenek. Kini, ia diasuh di bawah naungan Yayasan Al Kautsar/Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)  Panti Asuhan Raudhatul Jannah di Perum Perusda Km 9, RT 08, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU. Meskipun mendapatkan kasih sayang dan perhatian di panti asuhan, Mutiara masih menanti sebuah harapan besar.

Untuk bisa tumbuh dan hidup normal seperti anak-anak lainnya, Mutiara membutuhkan operasi lanjutan. Sayangnya, biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, jauh melampaui kemampuan keluarga dan yayasan. Operasi ini bukan hanya sekadar tindakan medis, melainkan kunci untuk mengembalikan senyum Mutiara dan memberinya kesempatan untuk menjalani masa depan yang lebih sehat.

“Inilah saatnya bagi kita semua untuk menunjukkan kepedulian. Yayasan Al Kautsar mengajak seluruh masyarakat, para dermawan, dan siapa pun yang memiliki hati tulus untuk bersama-sama meringankan beban biaya operasi Mutiara. Sekecil apa pun donasi yang Anda berikan, akan menjadi secercah harapan yang sangat berarti bagi Mutiara,” kata salah satu pengurus Yayasan Al Kautsar tanpa menyebutkan namanya kepada Kaltim Post, Selasa (26/8).

Ia mengatakan, bahwa donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank BRI 4582-0105-7359-537atas nama Panti Asuhan Raudhatul Jannah. “Setiap kebaikan yang kita berikan adalah wujud nyata dari kemanusiaan. Mari jadikan uluran tangan kita sebagai jembatan bagi Mutiara untuk meraih masa depan yang layak, penuh tawa, dan tanpa penderitaan. Jangan biarkan mimpi Mutiara untuk hidup normal hanya menjadi angan. Mari bersama-sama wujudkan kebahagiaannya,” ujarnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#rsud rapb #ppu #bpjs