PENAJAM - Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 pada 31 Agustus 2025. Perayaan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan organisasi dan memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerah tersebut.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk pimpinan DPRD PPU, pimpinan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, serta Bunda PAUD se-Kabupaten PPU, digelar di Graha Pemuda PPU di Jalan Propinsi, Km 9, Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten PPU, Dewi Yuliana yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD, mengucapkan selamat ulang tahun ke-20 kepada Himpaudi. Ia berharap Himpaudi terus tumbuh menjadi organisasi yang maju, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di PPU.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini adalah fondasi penting untuk membentuk generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Dia menekankan bahwa masa usia dini adalah "masa emas" atau golden age yang sangat menentukan tumbuh kembang anak di masa depan.
"Kami yakin, membangun generasi emas Indonesia, termasuk di Benuo Taka ini, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita harus bergandengan tangan, bekerja bersama, dan saling mendukung,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU melalui TP PKK dan Bunda PAUD, lanjutnya, berkomitmen untuk bersinergi dengan Himpaudi, terutama dalam program penguatan keluarga, pengasuhan, dan pembinaan anak usia dini. Dewi Yuliana juga mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen, meningkatkan profesionalisme, dan terus berinovasi dalam mendidik anak-anak, dengan tujuan menjadikan PPU sebagai daerah yang ramah anak dan rumah yang aman serta menyenangkan bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Ketua Himpaudi Kabupaten PPU, Hasnun Dahliana, menyampaikan bahwa perayaan HUT ke-20 ini bertujuan untuk memperingati perjalanan panjang dan pencapaian organisasi dalam memajukan pendidikan anak usia dini, khususnya di PPU. Dua dekade Himpaudi membersamai pendidik dan tenaga kependidikan PAUD adalah bukti nyata dari semangat, dedikasi, dan perjuangan para pendidik dalam mencetak generasi emas.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapan bahwa momen ini dapat menjadi refleksi dan penghargaan atas dedikasi para pendidik dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Himpaudi juga memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) dapat segera disahkan. Regulasi ini dianggap krusial karena akan menentukan nasib pendidik dan tenaga kependidikan PAUD Non Formal, yang diharapkan dapat disetarakan dengan PAUD Formal. (*)
Editor : Sukri Sikki