Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Musim Pancaroba Tiba, Warga Diimbau Waspada Flu dan Batuk

Ari Arief • Selasa, 2 September 2025 | 14:26 WIB

BMKG memprakirakan kondisi cuaca PPU sepekan ke depan hujan hingga berkabut. Warga diimbau waspada dan bersiap payung agar tidak kehujanan.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca PPU sepekan ke depan hujan hingga berkabut. Warga diimbau waspada dan bersiap payung agar tidak kehujanan.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan atau yang sering disebut musim pancaroba kini telah tiba. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU), dr. Lukasiwan Eddy Saputro, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada karena di masa transisi ini, kasus flu dan batuk cenderung meningkat.

Menurut dr. Lukasiwan, kondisi ini terjadi karena fluktuasi suhu dan kelembapan udara yang ekstrem. "Perubahan cuaca drastis ini dapat melemahkan daya tahan tubuh kita, sehingga virus lebih mudah menyerang dan menyebar," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa virus flu dan batuk menjadi lebih aktif dan berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang lembap dan dingin, yang merupakan ciri khas musim hujan.

Kaltim Post pun tidak kuasa berkelit dari deraan flu dan batuk ini. Bahkan, sudah lewat sepekan ini flu yang disertai batuk pun belum pulih. Bukan hanya wartawan, tetapi tidak sedikit warga di PPU yang terkonfirmasi mengalami derita flu dan batuk ini, sehingga untuk sementara waktu mereka mengurangi aktivitas fisik di luar. “Iya, saya juga terkena flu dan batuk berdahak ini,” kata Muhammad Zainuddin, sekjen DPD Partai Gelora Indonesia PPU, Selasa (2/9).

Baca Juga: Harapan Baru untuk Mutiara, Baznas PPU dan RSUD RAPB Kompak Bantu Bocah 7 Tahun

Lukasiwan menjabarkan beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit pernapasan selama musim pancaroba. Pertama, sistem imun melemah. Dikatakannya, perubahan cuaca yang tiba-tiba membuat tubuh bekerja lebih keras untuk beradaptasi, mengakibatkan penurunan sementara pada sistem kekebalan tubuh. Kedua, perkembangan virus. Udara yang lebih lembap adalah lingkungan ideal bagi virus untuk bertahan hidup dan menyebar, meningkatkan risiko penularan.

Sementara itu, faktor ketiga adalah kurangnya paparan sinar matahari, karena, selama musim hujan, intensitas sinar matahari berkurang, yang berdampak pada produksi vitamin D di dalam tubuh. “Padahal, vitamin D sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima,” katanya. Sedangkan yang keempat, lanjutnya, adalah lingkungan yang kondusif, yaitu kelembapan tinggi juga membuat bakteri dan virus lebih lama bertahan di permukaan benda dan udara, mempercepat penyebaran penyakit.

Saat disinggung untuk meminimalisir risiko terserang penyakit, dr. Lukasiwan memberikan beberapa tips penting yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya, papar dia, jaga kebersihan dengan selalu cuci tangan dan bersihkan lingkungan sekitar secara rutin untuk memutus rantai penyebaran kuman. Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum banyak air putih sangat penting untuk menjaga hidrasi dan membantu sistem imun berfungsi optimal.

Baca Juga: Klarifikasi: 9 Pelajar Perokok di SMP 5 PPU Tidak Jadi di-DO, Wakil Bupati Bilang Begini

Tidak kalah pentingnya adalah istirahat yang cukup dengan memastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang berkualitas agar sel-sel kekebalan tubuh dapat pulih dan bekerja dengan baik. Konsumsi makanan bergizi dengan perkuat daya tahan tubuh dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan kaya nutrisi lainnya. Hal berikutnya lindungi diri dari hujan dengan selalu siapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar.

Jika terlanjur kehujanan, segera mandi dan ganti pakaian dengan yang kering dan hangat untuk menghindari masuk angin. “Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, kita dapat melindungi diri dan keluarga dari penyakit musiman,” kata dr. Lukasiwan. Ia berharap masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan, terutama di masa transisi cuaca yang tidak menentu ini. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#RSUD Ratu Aji Putri Botung #musim pancaroba #penajam