Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Raih Doktor di Usia Muda, Istri Wabup PPU Menginspirasi Lewat Kisah Perjuangan dan Kerendahan Hati

Ari Arief • Kamis, 4 September 2025 | 11:47 WIB
SUKSES: Indrayani bersama suaminya, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin.
SUKSES: Indrayani bersama suaminya, Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, nama Dr Indrayani, S.Pd, M.Pd mencuat sebagai sosok inspiratif. Kepala Biro Humas Universitas Balikpapan (Uniba), yang adalah istri Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin, berhasil menyelesaikan program doktoralnya di usia 30 tahun. Sebuah pencapaian langka yang menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya.

Dikenal dengan panggilan akrab Bu Indra, wanita kelahiran Balikpapan ini dikenal ramah dan rendah hati. Ia memperlakukan semua orang, baik mahasiswa maupun rekan kerja, dengan setara. Baginya, semua adalah mitra. Sikapnya yang hangat dan bersahabat membuat ia disukai banyak orang di lingkungan kampus.

Tidak banyak yang mengetahui perjuangannya meraih gelar akademik hingga doktor. Kaltim Post yang mengenalnya sejak lama berusaha mengungkap biodata warga yang tinggal di Girimukti, Kecamatan Penajam, PPU itu.

Indrayani menyelesaikan studi S3 di Program Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang pada 26 Januari 2023. Ia berhasil meraih gelar Doktor dengan disertasi berjudul "Pengembangan Program Edukasi Berbasis Pendidikan Ekonomi Non Formal Bagi UMKM Penunjang Pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara".

Menempuh pendidikan selama 2 tahun 7 bulan, ia lulus dengan IPK nyaris sempurna, yaitu 3,97.

Sebelumnya, Indrayani telah meniti karir akademiknya dengan serius. Ia meraih gelar sarjana (S1) di Pendidikan Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, kemudian melanjutkan studi S2 di bidang yang sama di Universitas Negeri Malang. Pengabdiannya di Universitas Balikpapan kini memantapkan posisinya sebagai kepala Biro Humas.

Kisah hidupnya tidak terlepas dari semangat juang. Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Akhiruddin dan Hj Nuryamin ini terlahir dari keluarga sederhana. Sang ayah mengenang, Indrayani kecil sudah menunjukkan jiwa wirausaha. Ia pernah berjualan nasi kuning di usia sekolah dasar. Bahkan, media ini sempat menjadi pelanggannya saat ia berjualan nasi kuning, untuk sarapan pagi, maupun berjualan makanan saat Ramadan, di Penajam.

"Saya sebagai ayah sebenarnya iba, tapi dia sendiri yang ingin berjualan. Dia tidak malu," kenang sang ayah. "Saya bangga memiliki anak seperti Indra, yang sangat berbakti," tutur sang ayah dalam sebuah kesempatan.

Sebenarnya, cita-citanya ingin menjadi dokter sempat terhalang biaya, namun ia tak menyerah. Indrayani bertekad menempuh jalur pendidikan hingga berhasil masuk Universitas Mulawarman melalui jalur Penjaringan Bibit Unggul Daerah.

Keberhasilannya meraih gelar doktor juga didukung oleh berbagai pihak. Ia adalah penerima beasiswa dari Yayasan Perguruan Tinggi Dharma Wirawan Kalimantan Timur, bantuan CSR PT Bayan Resources, dan Beasiswa Kaltim Tuntas. Untuk mendapatkan beasiswa ini, ia harus memenuhi berbagai kriteria ketat, termasuk memiliki IPK di atas 3,5.

Setelah merampungkan studi doktoralnya, Indrayani tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya, terutama sang suami, Abdul Waris Muin. “Pagi, siang, dan malam dia selalu menemani dan mendukung saya. Saya sangat bersyukur memiliki suami yang begitu setia,” ujarnya.

Keberhasilannya ini juga tak lepas dari dukungan penuh keluarga besar Uniba, dari Ketua Dewan Pembina Rendi Susiswo Ismail, hingga seluruh staf. Bahkan, sebagian data yang dijadikan sumber tulisan ini salah satunya berasal dari manajemen Uniba.

Menyandang gelar doktor pertama di keluarganya, Indrayani kini memiliki tekad kuat untuk melanjutkan kariernya sebagai akademisi. Ia bertekad mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bercita-cita menjadi profesor di usia muda. “Hiduplah dengan penuh keyakinan, sebab jika kita sudah yakin, maka melangkah pun akan semakin jelas tujuannya,” ujarnya.

Indrayani juga memberikan pesan inspiratif bagi kaum perempuan. Menurutnya, pendidikan adalah kunci, karena perempuan adalah "laboratorium pertama" bagi anak-anaknya. Sebuah pesan yang menggarisbawahi pentingnya peran perempuan dalam membentuk generasi masa depan. (*)

Editor : Duito Susanto
#Wakil Bupati PPU #Universitas Mulawarman #program doktor #universitas balikpapan #Abdul Waris Muin