Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Modus Penipuan Atas Nama Disdukcapil, Masyarakat PPU Diimbau Jaga Kerahasiaan Data Pribadi

Ari Arief • Jumat, 5 September 2025 | 12:14 WIB

Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo.
Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo.
 

PENAJAM - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) menyuarakan imbauan penting kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini muncul setelah adanya laporan dari sejumlah warga yang menerima pesan penipuan yang mengaku berasal dari Disdukcapi PPU.

Modus yang digunakan sangat beragam, mulai dari surat edaran palsu, pesan via WhatsApp (WA) atau Short Message Service (SMS), hingga tautan dan barcode yang menyesatkan. Disdukcapil menegaskan kembali bahwa mereka tidak pernah mengirimkan komunikasi personal menggunakan cara-cara tersebut.

Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo menegaskan, penting untuk diketahui oleh masyarakat bahwa Disdukcapil PPU tidak pernah menghubungi langsung masyarakat untuk meminta data pribadi, menyampaikan informasi layanan, atau melakukan verifikasi melalui surat edaran yang dikirim langsung ke rumah, aplikasi WhatsApp atau SMS, tautan mencurigakan (link pendek, tidak resmi), kode barcode yang tidak berasal dari kanal resmi.

“Kami menegaskan bahwa seluruh layanan bersifat gratis dan hanya dilakukan melalui jalur resmi, baik secara langsung di kantor pelayanan maupun kanal digital resmi milik pemerintah. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu menanggapi atau mempercayai komunikasi yang mengaku dari Dukcapil tanpa verifikasi jelas,” kata Waluyo, Jumat (5/9).

Berkaitan dengan ini, ia mengingatkan pula agar masyarakat tidak membagikan data pribadi seperti nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga (KK), atau foto dokumen identitas kepada pihak tak dikenal. Kemudian, tidak memindai barcode atau mengeklik tautan yang diterima melalui pesan pribadi tanpa sumber resmi.

“Segera melaporkan ke Disdukcapil PPU jika menemukan upaya penipuan yang mencurigakan,” ujarnya.

Dikatakannya, di era digital yang semakin terbuka seperti saat ini, data pribadi merupakan aset penting yang wajib dilindungi. Penipuan digital yang menyasar atas nama instansi resmi seperti Disdukcapil kerap menargetkan masyarakat dengan dalih pelayanan cepat, diskon denda, atau pengurusan dokumen secara instan.

Waluyo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pengguna cerdas, kritis, dan waspada terhadap semua bentuk komunikasi tidak resmi. Ingat, waspada adalah kunci perlindungan diri dan keluarga. (*)

Editor : Sukri Sikki
#waluyo #waspada penipuan #disdukcapil ppu