KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU) menaruh perhatian serius pada isu anak tidak sekolah (ATS).
Jumlahnya mencapai ribuan, dengan kategori siswa putus sekolah (DO), lulusan tak melanjutkan (LTM), hingga anak yang belum pernah bersekolah (BPB).
Baca Juga: Pelatihan Kepemudaan di PPU, Syaratnya Mudah dan Gratis
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non-Formal Disdikpora PPU, Durajat, menyebut data Dapodik per September 2025 menunjukkan 985 anak DO dan 715 anak LTM.
Untuk mengatasinya, tim penanganan lintas instansi segera dibentuk melalui SK bupati, melibatkan Disdukcapil, Bapelitbang, DPMD, BPS, Dinsos, hingga Disnakertrans. Tahap awal berupa verifikasi dan validasi (verval) data di tingkat desa dan kecamatan.
Selain menangani ATS, Durajat memaparkan empat program prioritas bidangnya. Pertama, peningkatan kapasitas guru lewat diklat berjenjang, karena masih ada 121 guru di PPU belum berpendidikan S-1.
Kedua, pembangunan satu TK negeri baru serta penegerian satu TK swasta untuk mengurangi beban biaya masyarakat.
Ketiga, penekanan agar sekolah mengalokasikan minimal 10 persen dana BOS untuk buku pelajaran, guna menghapus ketergantungan pada Lembar Kerja Siswa (LKS).
Keempat, penerapan kurikulum PAUD berbasis “belajar sambil bermain” agar transisi ke sekolah dasar tetap menyenangkan.
Durajat menegaskan, hasil verval kerap mengungkap fakta berbeda. Dari 1.401 anak yang semula terdata, setelah dicek, jumlahnya berkurang jadi 600 karena sebagian melanjutkan pendidikan di pesantren.
Baca Juga: Bentuk Ruang Dialog Hindari Konflik Ketenagakerjaan, Bupati Mudyat Noor Buka FGD LKS Tripartit PPU
Ia juga mengungkap, faktor utama anak berhenti sekolah bukan biaya, melainkan keinginan bekerja. “Ada 175 anak memilih bekerja, 314 anak tidak mau sekolah, dan hanya 10 anak yang terkendala biaya,” bebernya.
Disdikpora PPU berharap langkah ini bisa menyelamatkan masa depan anak-anak di daerah. “Jika ada anak yang butuh keterampilan, akan kita arahkan ke Dinas Sosial atau Balai Latihan Kerja agar mereka tetap punya masa depan,” pungkas Durajat. (*)
Editor : Ery Supriyadi