KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Penajam Paser Utara (PPU) ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim XVII/2025. Rencananya, gelaran olahraga pelajar di tingkat daerah ini digelar pada 2-9 Oktober 2025, namun diundur ke November 2025 karena alasan anggaran.
“Insyaallah, Popda ini tetap jadi dilaksanakan di PPU. Ini masih mau menghadap pak bupati agar bisa diundur. Mengingat anggaran APBD Perubahan 2025 belum disahkan. Mudahan disetujui, sehingga kami dapat bersurat ke Dispora Kaltim,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU Andi Singkerru, Rabu (10/9).
Sejauh ini, Andi Singkerru tidak bersedia membeberkan berapa anggaran yang perlu disiapkan untuk mensukseskan Popda Kaltim XVII/2025. Namun, ia mengungkapkan, untuk kegiatan ini telah disiapkan 14 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, ditambah dua cabor tambahan eksibisi. “Jadi 16 cabor yang di-acc untuk Popda 2025 nanti,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora Kaltim) Rasman Rading, pada akhir Juli 2025 lalu mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tuan rumah terkait persiapan. Untuk venue, sebagian besar bakal memakai fasilitas yang dimiliki.
“Kalau pun ada kekurangan, harus kita pahami bahwa penyelenggaraan ini tidak mesti seperti yang diharapkan semua pihak. Yang penting untuk sarana dan prasarana dipastikan terpenuhi,” ujarnya.
Meski berpusat di PPU, ia menyebut bahwa dua cabor bakal terhelat di dua daerah berbeda. Yakni Samarinda untuk cabor senam, dan Kutai Kartanegara (Kukar) ditunjuk sebagai pelaksanaan cabor akuatik.
Tak hanya itu, Rasman juga menyebut muncul pula wacana agar cabor bisa dimainkan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Salah satu yang disebutkan yakni cabor bela diri.
“Usulan ini dari Otorita IKN, minta agar Popda bisa dimainkan di sana. Tapi kami masih koordinasi kan dengan tuan rumah apa memungkinkan atau tidak,” sebutnya.
Diakuinya, usulan ini belum diputuskan PPU sebagai tuan rumah. Ia juga menekankan, hal ini tentu hanya bisa diputuskan tuan rumah. Apalagi, sambungnya, usulan itu akan berdampak pada anggaran yang dimiliki oleh PPU, yang memang harus dipertimbangkan secara matang.
“Karena terbatasnya dana yang dimiliki sehingga memang maunya dipusatkan di PPU saja, antara Teluk Waru, Petung, dan Penajam. Intinya kami serahkan kepada tuan rumah seperti apa,” katanya menandaskan. (*)
Editor : Duito Susanto