KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Realisasi investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga akhir semester I 2025 baru mencapai 11,5 persen dari target Rp4,7 triliun.
Angka tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU Nurlaila, Kamis (25/9/2025).
Baca Juga: Perpustakaan PPU Tampil Baru, Layanan Dibuka Awal Oktober
Ia mengaku target investasi itu ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan dibagi ke 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
"Kami kebagian Rp4,7 triliun, tapi dasar penetapan angka setinggi itu masih jadi pertanyaan kami,” ucapnya.
Capaian rendah ini disebut belum mencerminkan kondisi sebenarnya karena banyak pelaku usaha belum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara online.
Padahal, data LKPM menjadi acuan utama untuk menghitung investasi riil di daerah.
Nurlaila mengingatkan, tahun 2024 lalu PPU bahkan melampaui target investasi hingga 145 persen. Namun, sekitar 56 persen kontribusi berasal dari proyek konstruksi Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Jika melihat data BI dan BPS, pertumbuhan ekonomi PPU sangat dipengaruhi aktivitas pembangunan IKN,” jelasnya.
Baca Juga: AI Kian Familiar di Kaltim, Dari Hiburan hingga Bantu Pemerintah Ambil Keputusanmu
Sejauh ini, sektor dominan realisasi investasi tetap migas dan konstruksi besar, dengan kontribusi perusahaan seperti PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), PLN, Fajar Surya Swadaya, Medi Hermina, Kusuma Putra Alam, hingga PT KMS.
DPMPTSP kini gencar mendorong perusahaan besar untuk segera melaporkan LKPM agar data triwulan III pada Oktober bisa lebih akurat. (*)
Editor : Ery Supriyadi