Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sarasehan Bersama Pokdarwis, Mudyat Noor Dorong Pariwisata Jadi Penopang PAD PPU

Ahmad Maki • Selasa, 30 September 2025 | 17:34 WIB

 

GENJOT PARIWISATA: Mudyat Noor optimistis komunikasi yang baik antar lembaga pemerintah dan pihak swasta dapat meningkatkan sektor pariwisata daerah.
GENJOT PARIWISATA: Mudyat Noor optimistis komunikasi yang baik antar lembaga pemerintah dan pihak swasta dapat meningkatkan sektor pariwisata daerah.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), H Mudyat Noor, menegaskan bahwa sektor pariwisata harus menjadi salah satu penopang utama pendapatan asli daerah (PAD).

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Sarasehan Pariwisata bertajuk Ngobrol Bareng Bupati, yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Selasa (30/9/2025).

“Pariwisata adalah salah satu sektor andalan yang perlu kita kembangkan bersama. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai leading sektor harus mampu menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, baik dari pemerintah provinsi, pusat, maupun sektor swasta,” tegas Mudyat Noor.

Di hadapan para Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Mudyat menyebut pariwisata tidak sekadar urusan hiburan. Lebih dari itu, pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, sekaligus menambah PAD.

“Keberadaan destinasi wisata PPU sangat berpeluang untuk dikembangkan. Ini bisa menjadi salah satu sumber PAD baru bagi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Mudyat Noor juga mengakui keterbatasan APBD PPU yang relatif kecil. Karena itu, ia mendorong agar pembangunan sektor pariwisata tidak hanya mengandalkan anggaran daerah.

“Selain dari APBD, kita bisa memanfaatkan bantuan provinsi, pusat, CSR perusahaan, hingga dukungan investor swasta untuk mendukung pengembangan destinasi wisata,” ujarnya.

Bupati optimistis peluang sektor ini makin terbuka lebar seiring penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.

“Dengan meningkatnya jumlah penduduk di kawasan IKN, kunjungan wisatawan ke PPU juga akan terdongkrak,” kata Mudyat Noor.

Sementara itu, Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh bupati.

Ia mengungkapkan rasa bangga karena Pantai Nipah-Nipah masuk 50 besar destinasi wisata terbaik nasional dari lebih enam ribu destinasi yang ada di Indonesia.

“Ini kebanggaan sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pariwisata. Ke depan, kita berharap semakin banyak destinasi wisata PPU yang dikenal secara nasional maupun internasional,” ujarnya.

Andi menilai sarasehan ini juga menjadi ruang strategis bagi Pokdarwis untuk menyampaikan aspirasi, kendala, hingga ide inovatif secara langsung kepada bupati.

“Semoga pertemuan ini dapat menghadirkan solusi dan masukan nyata bagi kemajuan pariwisata PPU,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Sarasehan Pariwisata #Ngobrol Bareng Bupati #Andi Israwati Latief #DISBUDPAR PPU #Bupati PPU Mudyat Noor